Londonkarta……(dari Jogjakarta)

Lima tahun lebih sudah saya meninggalkan London untuk bekerja di Saudi Arabia. Sebenarnya gak meninggalkan benar sih, karena setiah tahun atau kadang dua kali setahu saya sempatkan mampir ke London, sekadar melepaskan rindu, bak lagu nya KLA Project, Jogjakarta.

Setiap ke London, ada rasa tak terkata di dada, apalagi ketika keluar dari perut Airbus A380-800 EMIRATES di London Heathrow terminal 3, sampai keluar dari Imigrasi dan ambil barang.

Setiap keluar dari Arrival Hall, saya dan keluarga selalu menyempatkan diri “ngopi” sejenak di Cafe kedatangan, melepaskan penat habis terbang 7 jam dari Dubai, sambil merasakan kembali suasana Jogja..eh salah…suasana Heathrow.

Biasanya, langkah pertama adalah ke ATM HSBC, ambil uang pound sterling dulu.

Sejak pertama menginjakan kaki ke London sampai sekarang, HSBC account saya gak di tutup, Biar kalau ke London masih bisa menggunakan kartunya buat belanja. Lagi pula saya kan masih punya mortgage di Bank Of Scotland, jadi biar gampang bayar mortgage nya.

Keluar dari Heathrow, biasanya kita naik Black Cab. Kenapa gak naik Underground saja? Wah…lamaaa…plus bawa koper juga, kan gak nyaman. naik Hathrow Express? Karena kami berlima, jadi gak untung juga, murahan naik taxi lagi.

Sampai di London, terus mau kemana?

Dari Hotel baru naik underground, Osyter Card yang dulu masih ada, tinggal di isi ulang.

Rutenya kemana biasanya?

Napak tilas ……. Wimbledon, KIngston, Chelsea, London Waterloo, Westfield, Picadilly Circus, Oxford Street, Selfridges (biar gampang, kita bilang toko kuning), Paddington, Bonda Cafe, BIcester Village…

Kalau sempat, sewa mobil ke Manchester…

Intinya: menghirup kembali kenangan lama, kali ini sebagai turis..

That’s what I call Life…

 

 

 

 

Posted in General | 1 Comment

Living in Saudi Arabia for the past 5 years

It is my sixth years of living in Saudi Arabia as an Engineer. There are lots up and down during that time, in term of dealing with the new job, new environment, new life, new people and new weather.

The hardest part was the driving and still until today, the driving always the hardest part of living in this country.

The job or the works itself, not that big deal. You only need to know what you are doing and doing it right.

I have to construction site during my first three years, that was quite hard since I wasn’t prepared to go to site.

But you’ve got to bite the bullets, pick yourself up and face the reality.

I can say that I am successful on that essence since I am now enjoying my time here.

And most important thing here is that my family is happy and I am back now to do what I like to do most, as design engineer but with little bit higher position.

So, I must say, so far so good living in Saudi Arabia, in particular Saudi Aramco.

Posted in General | 1 Comment

Hidup di London

Enak gak tinggal di London? Bandingannya sama apa dulu? Singapore? Jakarta? Dhahran? Kuala Lumpur?

Terus….London itu kan luas, dibagian mananya yang enak?

Kalau mau jujur, tentu saja harus diakui tinggal dan hidup di London itu amatlah menyenangkan. Saya saja yang sudah meninggalkan London untuk bekerja dan tinggal di Saudi Arabia sejak akhir 2008 lalu, masih selalu menyempatkan libur tiap tahun ke London. Paling tidak menghidupkan Permanent Resident saya sekalian menengok apartemen saya di Wimbledon.

Apa nya yang enak?

Yang jelas sistem transportasinya sudah mapan, jelas itu. Aturan pun sudah jelas dengan hukum yang tidak membedakan antara penduduk asli atau pendatang.

Racist? Saya belum pernah merasakannya kok selama ini, alhamdulillah. Selama ini, jika saya, istri yang pakai jilbab, dan anak-anak (yang kita semua kulitnya nggak putih), naik train, bus, underground, di Mall, Park; aman-aman saja.

Kalau di Singapore juga enak, tapi SIngapore bak kota penuh beton, dan warganya gak begitu bersahabat, menurut saya lho ya..

 

Jakarta? Pasti enak lah, asal gak macet… :)

So..secara umum, kalau punya pekerjaan yang layak, enakan memang tinggal di London, plus bagus juga buat pendidikan anak-anak.

 

Soal menjalankan Ibadah Islam; seperti sholat, puasa: tenang aja…dijamin sama undang-undang…yang penting niat ….

 

 

 

 

 

Posted in General | 7 Comments

Serba Serbi Ber puasa di Luar Negeri

Tanpa terasa tahun ini adalah tahun keempat saya menimati ramadhan di tanah para rasul. Enak gak sih? Apa sih bedanya dengan ramadhan di tempat lain yang pernah saya cicipi; London, Singapore, dan tentunya Jakarta?

Bedanya apa ya?

Hmm…yang jelas suasananya. Kalau di Arab Saudi, kerjanya hanya setengah hari, walau yang beda keyakinan mesti kerja full time. Sementara Mall dan toko-toko pada tutup siang hari, dan mulai buka full speed habis taraweeh sampai jam 2 pagi. Jika di musim panas seperti saat ini, temperatur bisa mencapai 48 C, sehingga orang jadi malas keluar rumah.
Tak heran penggunaan listrik sangat lah tinggi pada musim panas ini, apalagi listriknya murah bener. Malah, kalau yang tinggal di komplek perumahan saya malah listriknya gak bayar alias perai, kata orang awak.
Satu hal lagi yang saya amati di Saudi ini, performance pegawai turun drastis. Pernah saya komentari teman saya orang lokal sini; jaman nabi Muhammad SAW dulu malah perang di bulan puasa. Pengen tau apa kata dia: Umat kita sekrang gak sekuat umat dulu kala….hallaah..alasan saja.

Intinya adalah puasa di Saudi ini bisa dikatakan godaan mata nya nggak ada. Lha jarang lihat perempuan lewat pakai rok seperti di Jakarta misalnya, atau milihat Susu Ultra berterbaran di London saat musim panas isaat duduk di Tube.

Jadi, tantangannya cuma di panas saja, yang bisa lah diatasi dengan masuk mesjid, kamar yang seperti bus ANS ke padang; Full AC, pakai toilet lagi.
Lain kalau di London di musim panas ini.

Temperatur memang cuma 25 C. Tapi gerah juga, karena orang Inggris nggak mampu bayar listrik yang mahal kalau mau seperti bus ANS Full AC tadi. Lagi pula, kilahnya orang Londo, musim panas kan cuma 3 bulan, gak perlu pakai AC lah. Padahal intinya sih gak mampu aja…he..he..sorry mate.

Nah..godaan terberatnya adalah kerja disana gak mengenal bulan puasa. Sama saja. Belum lagi kalau naik kereta bawah tanah, atau tube atau juga underground, dimana kaum hawanya menggunakan baju yang belum selesai.

Makanya banyak Ultra Milk bertebaran. Didepan mata lagi..gimana mau jaga puasa…

Di Jakarta lebih parah lagi…Berbuka bisa-bisa gak pernah di rumah. Kena macet mulu.

Jadi gimana sebaiknya? Dinikmati saja.

Bersyukurlah orang di London dan Jakarta yang menghadapi tantangan yang tidak tidak ringan dalam menjalankan ibadah puasanya.

Selamat berpuasa, semoga amal ibadah puasa dan sholat kita diterima Allah SWT.

Posted in Ceritaku | Tagged | 5 Comments

Berpikiran Positif, Gak Ada Ruginya

Saya mau bercerita tentang pengalaman karir saya dari seorang Piping Stress Engineer di EPC menjadi saat ini, Project Engineer di Oil Company.

Pertanyaan awalnya: gimana caranya? Apakah di Oil Company ada Piping Stress Engineer seperti halnya Piping Stress Engineer di EPC Company?

Ini pertanyaan basi alias sudah lama running around in my head. Piping Stress Engineer atau juga Piping Engineer di Engineering Company atau EPC; itu sudah jelas ada, bukan sekadar halusinasi lagi.

Tapi, Piping Stress Engineer atau juga Piping Engineer di Oil Company, dalam hal ini sebagai operating company, apakah makhluk bernama Piping Engineer itu ada dan mempunyai baju sendiri bukan menggunakan baju lain? Nah, ini baru dalam tahap perkiraan, duluu.

Sekarang, karena saya sudah pindah to the other side of table, dengan kata lain, sudah merasakan duduk di dua tempat yang berbeda, maka seharusnya bukan lagi sekadar bayangan dan perkiraan saja bukan?

Jawaban singkatnya: ada dan tiada…. Hghhh.
Continue reading

Posted in Ceritaku | 16 Comments

Catatan Sebuah Perjalanan

Hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh ketidakterdugaan, kata orang bijak. Banyak kejadian dalam hidup kita yang terjadi kadang meleset dari rencana kita, bahkan sering apa yang menimpa kita bertolak belakang dengan keinginan kita.

Sampai-sampai ada orang berpendapat tidak usah lah punya rencana A atau rencana B, toh nanti hasilnya pasti berbeda. Dengan kata lain, banyak orang lebih memilih menjalani hidup ini “bak air mengalir”. Jalani saja dan hadapi saja kenyataan halangan dan rintangan.

Namun ada juga orang yang tetap bersikukuh untuk membuat rencana A dan B dan C dalam kehidupannya.

Lalu saya ada disisi sebelah mana?

Continue reading

Posted in Ceritaku | 28 Comments

Pertanda Runtuhnya Kejayaan Ekonomi Inggris?

Saya perbaiki judulnya sedikit ya, biar kesannya tidak terlalu bleak.

Saat ini, secara resmi Inggris atau lebih dikenal dengan nama United Kingdom masih termasuk dalam 5 besar Negara Raksasa Ekonomi Dunia, paling tidak dilihat dari GDP. Negara terbesar GDP nya berturut-turut adalah USA, Japan Germany, dan China, baru terakhir dalam urutan 5 besar adalah United Kingdom.

Diantara ke lima negara besar tersebut, empat sudah secara resmi dinyatakan dalam kondisi resesi, yang berarti perekonomian mereka “kontraksi” dalam dua kuarter berturut-turut. Hanya China yang belum.

Continue reading

Posted in General | 11 Comments