Dulu, semasa saya kecil, apa-apa yang berbau arab, atau ada orang Arab, pasti lah dia orang Islam. Bahkan, ketika sudah besar sekalipun, asumsi saya pun tak berubah.
Sekarang, ketika saya sudah tinggal di tanah arab, bukan cuma umrah yang sebentar saja dan pastilah perginya cuma Makkah dan Madinah plus Jeddah Airport, maka asumsi dan persepsi saya sudah berobah total.
Ceritanya begini.
Dirumah saya, dipasang Satelite TV, yang menangkap hampir 1000 channel dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia dengan MNC Channel nya. Jadi saya masih bisa nonton sinetron Indonesia serta berita-berita seputar pemilu.
Banyak channel yang berbahasa Arab, mulai yang dari Saudi sendiri, Qatar, Dubai, dan ternyata ada juga dari Lebanon.
Disinilah mulai cerita itu; mereka berbahasa arab, tappi sang wanita tidak berjilbab, malah bajunya ibarat ornag bule, banyak terbukanya. Tapi dia berbicara bahasa Arab.
Ada sinetron atau filem dari jazirah arab ini, yang semua perempuannya tak ada yang berjilbab dan ada adegan berpelukannya (jangan dibayangin berpelukan ala filem barat ya).
Selidik punya selidik, ternyata itu channel dari Lebanon, pantes saja, karena mereka juga ada non muslimnya.
Channel dari Dubai dan Qatar juga begitu, ada yang tidak berjilbabnya.
Lain kalau channel dari Saudi Arabia, sudah pasti lah berjilbab dan bahkan bercadar.
Lucunya lagi kalau nonton siaran bola, yang suprise..suprise, mau nonton apa, Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Perancis, Liga Arab, Liga Asia, Liga Champion Eropa, ada semua, dan penyiarnya kan berbahasa Arab, nah, pada saat gol, teriakannya tak kalah hebatnya dengan penyiar bule, sambil menambahkan: ” Allah..Allah ya Rabbi…Ya Allah…Ronaldo..sisanya bahasa arab..(misalkan si Roni yang bikin goal)..diulang-ulang terus perkataan Allah nya…