George Soros, spekulan dibidang mata uang asing yang terkenal dengan peraturanganya dengan Bank of England ketika mengalahkan poundsterling, saat ini termasuk diantara Billionaire yang aktif berinvestasi di Brazil.
Yang menarik adalah dia bukan investasi di pembelian seritifikat berjangka Bank nya Brazil, tapi di pembuatan Ethanol.
Soros mengaku pada Ethanol Summit di Sao Paolo minggu ini, bahwa dia adalah “Speculator in Ethanol”. Dia akan meng-invest apa yang dia sebut sebagai “significant amount of money in Brazillian Ethanol”.
Soros tidak sendirian. Steve Case, pendiri AOL, Vinod Kosla pendiri Sun Microsystem, telah meng-invest Milliaran dollar membeli perkebunan Tebu sekaligus pabrik penggilingannya dengan harapan Brazil akan menjadi penghasil bahan bakar berk-kadar karbon yang rendah.
Tapi, Soros sendiri mengakui, bahwa bahan bakar berbasis tebu tidak akan berhasil kecuali Amerika Serikat dan Eropa menurunkan pembatasan tarif.
Soros juga menyadari bahwa masih banyak persoalan yang mesti diselesaikan sebelum membuat investasi di bidang ethanol menjadi dapat berjalan baik.
Sampai saat ini, dipercaya jumlah uang yang telah berhasil ditanamkan di bidang ethanol berbasis tebu dipercaya sudah US$15 Milliar.
Amerika Serikat dan Eropa saat ini menaikan standard bahan bakar minyak untuk kendaraan, dengan meningkatkan persentasi bahan “renewable” dalam bahan bakar bensin dan diesel, tapi tetap saja proteksi adalah agenda utamanya.
George Soros saat ini menjadi pemegang saham utama di Adeco Agropecuaria telah membangun 3 pabrik pengolahan ethanol di Maatto Grosso Brazill dengan nilai sebesar USD900 Juta. Produksi dari Motto Grosso diharapkan sebesar Milliaran Liter per tahun.
Sementara itu Mr Khisla dan Mr Case akan meng-invest kan dana USD200 Juta untuk membangun pabrik Ethanol di Brazilia.
Pengamat energi, seperti Daniel Yergin, dari Cambridge Energy Research Association, mengatakan bahwa seperlima (20%) dari kebutuhan bahan bakar kendaraan akan dipenuhi oleh Biofuel pada tahun 2030.
Brazil pada tahun ini diperkirakan akan memanen sebesar 528 Juta tone tebu, atau naik 11% dari tahun 2006. Dan jika diproses akan menghasilkan ethanol sebesar 20 Milliar liter.
Sepertinya Brazil sudah ditaksir menjadi penghasil Ethanol terbesar didunia. Saat ini, Archer Daniel Midlands, manufacture terbesar ethanol di Amerika Serikat, juga saat ini sedang melirik Brazil untuk berinvestasi.
Kenapa ya mereka nggak melirik Indonesia yang juga punya banyak kebun tebu?
================
15% pertumbuhan permintaan akan ethanol di dunia.
3.6 Milliar liter Ethanol telah di ekspor oleh Brazil pada tahun 2006.
16 Milliar liter Ethanol diperkirkan akan digunakan oleh dunia pada tahun 2013.
54% Pajak dikenakan oleh Amerika Serikat terhadap Ethanol dari Brazil.
528 Juta tebu akan dipanen tahun ini di Brazilia.
DIarsipkan di bawah: Energy

Masih diragukan nilai investasi sebesar itu apa iya benar-benar dibenamkan soros di Brazil. Maslah Bio-Fuel gak lepas dari masalah geopolitik antara Timur Tengah dan Barat. Barat ingin dominasi energi fosil melemah sehingga menciptakan yg dinamakan energy biofuel. Di USA sendiri biaya produksi per litter untuk biofuel yg berasal dari CPO jauh lebih tinggi dibanding harga minyak dunia apalagi yg berasal dari tebu (ethanol).
Minyak dunia mungkin akan terus menurun produksinya tapi dalam waktu yang masih lama. Di Indonesia saja jika ladang cepu dan beberpa di sulawesi dan kalimantan mulai produksi kemungkinan indonesia akan kembali menjadi negara pengekspor minyak kembali. Apalagi jika kebutuhan energi dibantu dengan PLTN, maka kebutuhan bahan bakar fosil dalam negeri akan berkurang shg kelebihannya bisa diekspor.
ref: http://alumnistan.blogspot.com/search/label/biofuel/