Jam sudah menunjukan diangka 7.00 pagi, 24 Agustus 2007. Hari ini, bulan ini, harusnya adalah saatnya ber-siram matahari. Summer time. Tahun lalu, temperatur sudah menyentuh 27C.
Tapi, orang bilang karena global warming, pagi ini suhu masih 12C, setelah semalam diguyur hujan. Agak malas saya bangkit dari tempat tidur beranjak ke kamar mandi.
Jam 7.25 sudah siap. Seperti biasa, ID check, Oyster Card check, Mobile Phone check, dompet check, off we go.
Pas pintu rumah di buka, pas juga lewat Tramlink, yang berhenti tepat 10 meter di depan pintu rumah. Ya, rumah yang saya tempati memang tepat didepan halte nya Tramlink, jadi saya sudah paham jam berapa mesti keluar rumah agar nggak kelamaan nunggu Tram nya.
Sebenarnya cuma 1 stop dari depan rumah ke WImbledon station, itupun cuma 2 menit. Tapi, biasalah, malas jalan kakai ayng paling 5 menit, jadi mendingan naik Tram.
3 Menit kemudian sudah bersiap didepan platform-2, underground train ke Paddington.
Hmm, tujuan Paddington masih 2 menit lagi, masih bisa la beli cappucino, agak dingin memang pagi ini.
“Cappucino with two sugar, please”
“GBP1.65″ dia bilang.
Berbekal cappucino dan newspaper saya pun melangkah masuk ke platform dan tak lupa menyentuhkan Oyster Card ke mesin pembaca kartu tersebut, yang akan mengijinkan kita untuk meneruskan perjalanan.
1 menit kemudian kereta nya mulai bergerak.
Duduk nyaman sambil menyeruput cappucino dan membaca berita olahraga pagi ini.
Ada 12 station yang akan dilewati sebelum sampai di Paddington, dan jika lancar akan memakan waktu 30 menit.
Tapi, pas sampai di station ke 5, sang sopir memberitahukan lewat microphone bahwa ada signal problem di High Street Kensington, yang artinya kereta ini hanya bisa sampai disini.
Untuk meneruskan perjalanan anda bisa menunggu kereta selanjutnya atau kalau nggak sabar boleh naik Bis di luar sana. KAlau ngak sabar juga, bisa naik taxi.
Akhirnya, semua penumpang, hampir penuh tu kereta, turun dengan tertib dan pasrah.
Herannya nggak ada yang marah. Pas di bawah, langsung pada sibuk menelpon ke kantor bilang sorry nih terlambat 15 menit, soalnya keretanya mandek.
Sudah gitu aja, selanjutnya mereka menunggu sambil baca buku atau baca koran.
8 menit kemudian ada kereta datang, legalah para calon penumpang yang jumlahnya sekitar 400 orang.
Ternyata keretanya “not in the service”, yah nunggu lagi 2 menit lagi.
Tapi, tetep aja kagak ada yang marah. Santai aja. Saya pikir, kalau di Jakarta pasti sudah diomelin penumpang yang nggak sabar.
Barulah 2 menit kemudian datang train lagi.
Seperti sudah diduga, penuh banget. Nggak banyak yang bisa masuk.
Untunglah 2 menit kemudian datang satu lagi, dan kosong.
Sampai didalam, pak Sopir pun memberikan ucapan selamat datang lewat microphone, sambil menjelaskan kemana tujuan kereta ini.
Tak lupa dia menambahkan agar mengisi tempat yang kosong dan kalau duduk jangan lupa agar lutut nya dirapatkan. weleh.
Jam 8.20 akhirnya kereta merapat di paddington.
DIarsipkan di bawah: Ceritaku