Islam di London (part-3)

Being a Moslem in London is not easy, also is not that difficult.

Mari kita lihat di lingkungan tempat tinggal. Saya tinggal di South West London, tepatnya Wimbledon, markasnya “The Crazy Gang of Wimbledon FC” yang sekarang sudah jauh jatuh dari elite sepakbola Inggris.

Juga tempat pertandingan tennis tahunan Wimbledon.

Daerah ini termasuk daerah yang “mahal” dalam ukuran property price. Harga rumah sangat mahal, tentu saja juga sewa rumahnya ikutan mahal.

Di Wimbledon nya sendiri, nggak begitu banyak Muslim nya. Tapi jika kita bergeser arah timur utara, menuju Tooting, maka banyak sudah orang Islam.

Tapi walaupun begitu, jika kita berjalan di Mallnya Wimbledon (Center Court Shoppipng Center), “being Moslem is not that difficult”.

Mesjid memang nggak ada di Wimbledon, ada nya di arah Colliers Wood, atau ke arah Wimbledon Park, yang ini walaupun ada kata-kata Wimbledon nya, tapi jauh dari Wimbledon City Center nya.

Selama dirumah, sholat jelas nggak ada masalah.

Kalau ke kantor, ini ada sedikit masalah, utamanya dalam menjalankan Sholat 5 waktu. Bukannya nggak bisa, tapi kalau kantornya kecil, mau sholat dimana?

Ada beberapa kantor yang menyediakan ruangan kecil yang disulap menjadi tempat sholat sementara. Intinya bisalah buat Sholat, karena mereka juga nggak begitu peduli.

Yang menjadi masalah besar memang kalau mau “makan”.

Menjadi Muslim, berarti hanya boleh makan daging yang dipotong mengikuti ajaran Islam.

Nah, restorant yang menyajikan hal seperti itu, jelas sedikit sekali.

KFC, jelas nggak bisa menjamin kehalalan daging ayamnya. McDonald apalagi.

Terus masak nggak makan? Masak ke McD cuma makan kentang, atau cari yang Vegetarian saja.

Lha, mau gimana, begitu aturannya.

Kan darurat, lagi menjadi Musafir dinegeri orang. Nsh, ini dia.

Kalau saya dan keluarga jalan-jalan ke Oxford Street, Regent Street, Picadilly Circus, atua ke London Eye di Waterloo, maka pilihan makannya tidak lah banyak.

Ada restorant China namanya “Chopstick” yang kata empunya daging ayamnya halal, tapi daging sapinya kagak halal. Bah. Terus dia juga jual daging babi. Artinya penggorengnya kan nggak mungkin dipisah, repot bener kata mereka.

Terus bagaimana sikap kita?

Ada lagi restorant halal, namanya Nandos, jual ayam bakar, sedap kali memang. Tapi nggak semua Nandos restaurant itu menjual daging halal. Hanya Nandos yang berlokasi didaerah Muslim.

Di Wimbledon nggak ada yang halal. Kalau mau yang halal mesti nyari ke Tooting.

Terus bagaimana sikap kita?

Sempat juga saya mikir, repot juga ya jadi muslim di London….:)

Tapi, kalau dilihat, banyak Turis dari Arab yang dengan lahap dan enaknya makan daging ayam KFC maupun cheese burger McD. Darurat, alasannya.

Ada yang bilang, kalau ragu, maka pas mau makan daging tersebut, baca bismillah sehingga menggugurkan ketidakhalalan daging tersebut. Saya sih agak ragu juga dengan petunjuk tersebut.

Terus bagaimana dengan sikap kita? Ini uda yang ketiga kalinya ya…he..he

Kalau saya, mau tak mau, nggak makan disitu. Kalau ke McD, anak-anak saya nggak bolehkan makan Chicken Nuggets, palingnya Fish Finger, kemudian makan Cheeseburger tapi nggak pagai daging, sehingga harus mesen dulu waktu belinya.

Kalau mau makan di luar, cari restorant Malaysia, atau Indonesia. Tapi harus hati-hati juga. Karena, ada restorant Indonesia dan Malaysia itu yang terpaksa harus menjual Alkohol atau Wine, soalnyanya customernya yang orang Inggris, sukanya memadukan Makanan dengan Wine.

Nah lho, padahal wine kan nggak boleh. Jadi, katanya, satu makanan di Restorant itu juga jadi nggak halal.

Repot memang.

Ada yang bilang, salah sendiri, ngapain ke London.

About these ads
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

11 Responses to Islam di London (part-3)

  1. FRL says:

    Pak Donny,
    Sering-sering aja minta kiriman rendang dan indomie dari kampung halaman. Hehe.

  2. Aslm Donny,

    Pertama saya bersyukur dulu, ternyata kamu berusaha betul untuk kafah. Memang tak mudah, tapi jalan selalu ada.
    Pernah sekali saya solat di mesjid London, tapi lupa persisnya seb mana, kebanyakan isinya orang Pakistan. Di seb bawahnya ada kantin makan. Sy kira disitu pasti halal kan.

    BTW, nih kita sambil komunikasi aja ya. Kalo udah baca blog saya:

    http://koestoer.wordpress.com/

    http://koestoer.blogspot.com/

    http://medixe.blogspot.com/

    nah u baca kan ttg cita2 kami. Gimana kalau kita kerjasama membuat Indonesian pipestress company. Jangan buru2 lah. Sambil santai aja.

    Ada sy kenal anak sipil 83, dia baru tahun lalu bikin offshore consultant, tp sy tak mengikuti lg perkembangannya. Tp itu prinsipnya dia msh domisili di amrik cuma bolakbalik aja sambil join sama principalnya ngembangin usaha di indonesia.

    Sementara itu dulu Don.

    And ini blog kamu… luarbiasa.. sy banyak belajar.-

    Wass WW.-

    Ral.-

  3. coni says:

    Pak Donny nggak suka ma kanan middle east seperti kebab gitu? Itu biasanya mereka pajang sticker halal :)

  4. Maurice Hutabarat says:

    Sekedar masukan aja, untuk restoran2 Turki, Maroko, Pakistan bahkan Indonesia sekalipun mesti ditanya juga supply dagingnya dari mana. Kalo saya rasa sih pasti kebanyakan dari peternakan setempat alias punya orang Inggris. Mereka mungkin ngga ambil pusing mau dipotong cara apa yg penting khan bisa jualan. Apalagi ayam, bisa pake mesin potong ayam.
    Repot jg ya hehe… Jadi inget dulu pas dinas di Aussie, pernah pergi barenk sama temen muslim and yg kristen advent, pegel nih kaki nemenin mereka cari tempet makan, mana lapar lagi…

  5. Yose@ABI says:

    Memang ada fatwa ‘ulama ahli hadits yang mengatakan bahwa terlarang untuk “hijrah” ke negeri yang bukan negeri muslim, terutama untuk mencari penghidupan/nafkah. Karena umat Islam akan menghadapi banyak kendala dalam melaksanakan ajaran shah yang telah ia terima. Ya seperti yang sudah uda Don rasakan. Ada hadits yang mengatakan “tidak ada hijrah setelah futuh Makkah (penaklukan kota Makkah dari tangan kafir Quraisy ke tangan kaum Muslimin.)”. Artinya, tidak ada lagi hal keluar/pindah dari negeri yang sudah menjadi negeri muslim, apalagi ke negeri yang bukan kategori negeri Islam (negeri Islam itu seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, Pakistan, Nigeria dan sebagainya.)
    Just info only. I am sorry.

  6. Donny says:

    Yose,

    Thanks atas comment nya. But, with All do respet with the Ulama, saya dengan sadar tidak mengkuti fatwa mereka. Satu, fatwa bukanlah hal yang wajib diikuti. Kedua, saya masih berpikiran bahwa Bumi ini adalah Milik Allah, yang kita bisa meng-explorenya.

    Saya lihat ada yang kurang mengena dengan Fatwa Ulama tadi. Seharusnya fatwanya tetap dalam kerangka apakah kita bisa menjaga Aqidah dan menjalankan Syariat Islam.

    Jika bisa, tidak ada yang salah dengan hal itu.

    Lain ceritanya kalau tidak bisa Sholat, tidak bisa beribadah, maka baru kita keluar dari neegri tersebut.

    wass

  7. Isa says:

    @FRL
    tambah 1 lg, ayam gulai :D

  8. Anggie says:

    Pak, saya ingin sekali bisa bekerja dan tinggal di West London, tapi saya masih fresh Graduate dr The Londone School of Public Relations,Jkt. Bagaimana Agar saya bisa bekerja dan tinggal di London? hehe…Saya muslim dan tetap ingin bisa sholat 5 waktu. write me pls @ cafedelmar_84@hotmail.com

  9. firman says:

    pak.,saya juga pengen banget tinggal di London.saya pengen ngembangin karir saya sebagai seorang seniman,tapi saya ingin tetep bisa beribadah dengan tenang disana.mudah2an anda bisa bantu saya pak.

  10. purwito says:

    Hallo Pak Dony,

    Saya bermaksud ikut seminar di Hydepark hotel London pada tanggal 8 May sampai 12 May 2009.
    Saya ingin tanya mengenai transport dari heatrow airport ke Hydepark. Apa jenisnya dan berapa biayanya. Kalau pakai Heatrow express berapa biayanya dan berhenti dimana supaya dekat karena membawa tas.
    Atas informasi dan bantuannya saya mengucapkan terima kasih.

    Purwito
    Peneliti dari Puslibang Permukiman Department PU Bandung, Indoneisia.
    pwtbamboo@bdg.centrin.net.id
    pwtbambu@yahoo.com

    • Donny says:

      Mas Purwito,

      Jika anda datang di Terminal 3 Heathrow, maka begitu keluar dari pemeriksaan Immigrasi, menuju ke pengambilan bagasi, dan setelah itu anda akan keluar menuju Arrival Hall, dimana disana sudah banyak orang menunggu. Disitu, hanya sekitar 20 meter, ada papan pengumuman “Underground to Central London”, anda tinggal turuti petunjuk tersebut, sampai ada petunjuk lagi yang menyatakan “Ticket Underground to Central London”, bisa menuju loket untuk beli ticket “one way” to Central London, harganya sekitar 3 pound saja. Cuma satu “line” saja dari Heathrow ke Central London, yaitu Picadilly Line, naik yang kearah Central London (saya pernah postingkan peta jalur kereta api di central london di sini: http://don85.files.wordpress.com/2007/03/colourmap.pdf )

      Picadilly Line adalah jalur yang dipeta itu berwarna biru dan berangkat dari Heathrow terminal 4,3,2,1 melalui central London dan berakhir di Cockfoster, Utara London. Bapak bisa turun di Hyde Park Corner ata Green Park, dari situ bisa jalan kaki menuju hotelnya.

      Hotelnya dimana lokasinya? Nanti bisa di check di: http://www.multimap.com/maps/?qs=hyde+park&countryCode=GB#map=51.5024,-0.1599|17|4&bd=useful_information&loc=GB:51.5024:-0.1599:17|hyde%20park%20london|Mandarin%20Oriental%20Hyde%20Park%20London.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s