Piping Stress Engineer, Piping Engineer atau Piping/Mechanical Engineer?

Mau jadi Piping Stress Engineer yang specialist atau mau menjadi Piping Engineer? Atau lagi mau menjadi Piping/Mechanical Engineer?

Kalau anda lihat lowongan pekerjaan diluar negeri maupun dalam negeri, maka akan banyak lowongan untuk ketiga disiplin ilmu tadi.

Dan kalau mau diteliti lagi, maka perusahaan mana yang membutuhkan apa, dapat dibagi atas:

  1. Engineering Company: Seperty KBR, Fluor, Technip, IKPT, Rekind, Tripatra, Saipem, RPE. Kelompok inilah yang banyak mencari Piping Stress Engineer, yang diharapkan bisa dan mampu menghitung stress analysis dan men-design pipe support.
  2. Oil Company atau Operator Company: Seluruh Oil Company, tidak ada satupun yang memerlukan seorang Piping Stress Engineer thok. Nggak mau mereka kalau anda hanya bisanya Stress Analysis. Mereka maunya anda harus bisa Piping Stress, Design, Material dan kalau perlu Static Equipment. Pokoknya borongan. Nggak mau rugi mereka.

    Ini mungkin bisa dimengerti karena Oil Company tadi nggak melakukan design engineerign, kecuali hanya pekerjaan maintenance saja, jadi kalau hanya bisanya Stress Analysis, nantikan banyak nganggurnya. Jadi mereka maunya kita harus mengerti seluruh aspek dari piping, dan kalau perlu equipment juga. Makanya, mereka nyarinya Piping/Mechanical Engineer.

    Kecuali Pipeline Engineer, lain itu makhluknya.

Lain pula ceritanya kalau anda mencoba merantau ke Eropa, dan Amerika Utara. Disini mereka lebih specialist.

Di Setiap Lowongan pekerjaan, selalu disebutkan bahwa yang dibutuhkan adalah seseorang yang bisa melakukan pekerjaan Stress Analsysis untuk piping system. Kadang juga mereka minta kita bisa men-design pipe support, tapi kebanyakan, seperti di Inggris, Pipe Support mempunyai Group sendiri.

Jadi, sebaiknya bagaimana?

Tergantung dimana anda saat ini berada, dan kemana rencana masa depan anda.

Kalau masih di Indonesia, dan saat ini menjadi Piping Stress, dan sudah 5 tahun (masih muda kan?), saya pikir nggak ada salahnya anda melihat ke negara tetangga, Singapure, Malaysia, atau kalau mau jauh lagi ke Timur Tengah.

Jika ada lowongan, nggak usah ragu-ragu, ambil saja. Kumpulkan pengalaman, build up your CV, sambil menambah kemampuan Bahasa Inggris.

Setelah 2 tahun misalnya, mungkin nggak ada salahnya untuk mencoba peruntungan melamar ke Inggris, jika mau.

Jika tidak, dan cukup happy di Indonesia, anda bisa balik ke Jakarta, dan mempunyai nilai lebih. Yang penting, selama disana, tetap memperdalam ilmu, bertanya dan belajar, mengenal software baru, dan mengumpulkan semua dokument penting sebagai bahan referensi.

Anda boleh saja mengcopy ke Harddisk semua dokument pekerjaan anda, sebagai bekal di pekerjaan selanjutnya.

Kalau saya, karena masih di Inggris, saya tetap akan di Piping Stress, karena lingkungan memaksa. Tapi tetap menambah pengetahuan dengan banyak membaca manual, referensi dan menambah cakrawala di bidang ilmu lain.

Setelah itu, saya ingin mengamalkan ilmu yang saya punya, dengan mengajar.

Mudah-mudahan bisa. Insya Allah.

18 Tanggapan

  1. lAGI KULIAH ATAU LAGI KERJA DI UK, bisa share buku2 atau artikel mengenai piping nggak?

    Wassalam,

    Hadi M.
    di Jakarta

  2. hadi, saya lagi kerja disini…artikel piping? ntar saya cari dulu ya mana yang pas…

  3. yang penting halal…
    :D

  4. Pak Don,

    Saya tertarik banget sama artikel ini…. Pengen banget dikirim ulang ke email tempat kerja saya sekarang… Soalna sedikit banyak nyangkut sama kerjaan dan posisi kerja skrg… Mempusingkan… Hehehehe…..

  5. Yang Uda sebutkan di no. 1, perusahaan EPC yang bisa memenuhi permintaan client saat ini adalah Singgar Mulia. Cuma masuknya lumayan susah, kecuali untuk alumnus Bandung.
    :)

  6. Kahabr pak Doni.

    saya bingung mau tanya apa saya suka tentang piping strees. kuliah dulu saya anggap piping strees hany bagian dari dari ilmu teknik. artinya ngak ada tantangan nya.

    ngak percaya tes aja saya

  7. nambah lagi,

    pak doni tau ngak Indonesia sudah ngak lagi jadi impian bagi anak muda. saya hanya mengharapkan pak doni mau memberikan banyak peluang dan kesempatan untuk bekerja di luarnegeri bagi kami anak – anak muda yang dikecewakan negeri ini.

    saya banyak mau diskusi dengan pak doni tapi sayang waktu sholat udah tiba. seeeeeee you again next time

  8. Pak Zulfakar ..
    Semua orang punya kesempatan untuk menjadikan negri ini lebih baik dari yang ada saat ini. Ingat prinsip 3M mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai saat ini…

    salam
    http://www.hazwelding.wordpress.com

  9. Iya saya setuju dengan pak Novembri saya juga kdg sering mengeluh ttg sulitnya menembus oil n gas company di INA :D , tetapi saya yakin kesempatan dan peluang selalu ada bt kita, asalkan kita selalu berusaha, berdoa dan sll optimis

  10. Assalamulaikum
    Saya Yudi dari Aceh Bang Donny. sekarang sebagai junior engineer di Wilson Walton Indonesia, specialist corrosion Management System (www.corrpro.co.id). disamping itu saya tertarik dengan piping (karena berhubungan dengan korosi) dan sedang mempeldalam dengan mengikuti kursur di Aipgreid.
    Akhir2 ini saya bingung, mau trus sebagai junior corrosion engineer atau Pipe stress engineer.
    Menurut pendapat Bang Donny, bagaimana peluang ke dua
    pekerjaan tersebut.
    Saya masih status internship junior engineer.

    Terimaksih atas tanggapan dan masukannya.

  11. Pak Dony,
    Kalau kita udah menguasai piping, apa perlu kita menguasai welding inspection?
    Mohon pencerahannaya

    Terima kasih

  12. Pak Dony,

    Saya mohon masukannya, adakah peluang d3 mesin untuk berkarir di piping engineer, atau kita harus S1 dulu?
    Untuk lulusan d3 mesin yang manakah peluangnya lebih besar menjadi piping designer(pdms designer) atau piping engineer, dan dari pdms designer dapat gk kita nantinya beralih ke piping engineer?

    terima kasih sebelumnya saya ucapkan atas masukannya.

  13. Maaf sebelumnya, Uda Don, jika saya by-pass.
    Utk mas Saut (atau “bang”, karena nama anda identik dgn nama sumatera), D3 or S1 sama-2 punya peluang di piping engineer. Bedanya adalah “lama karir”, dilihat dari background kuliah. Memang untuk D3 dipastikan diarahkan ke Desainer (bisa ke PDMS/PDS atau desainer murni.) Jangan salah pengertian, kalo ke designer, trus dianggap “masyarakat kelas dua” setelah engineer. Ini hanya persepsi untuk HRD, untuk penentuan gaji hehehe.
    Dalam setiap project yang berjalan, Designer (bukan hanya operator PDMS/PDS atau drafter yach) memegang peranan penting. Sedangkan engineer justru sudah berada di bagian “downstream” nya saja. Seperti dalam dunia pakaian (fashion), disainer terkenal bukan lah tukang jahit dan kemungkinan ga bisa menjahit, atau minimal cuma sekali dua kali ketemu mesin jahit.
    Saat ini sangat disayangkan, banyak engineer (notabene, asli lulusan S1) yang ketika memasuki dunia O&G belum pernah mengalami dunia drafter dan designer. Kadang-2 mereka ketika disodori hasil pekerjaan disain, mereka dengan mudah memberi deadline yang terlalu ketat. Walaupun cuma di atas kertas, tetapi pekerjaan disain ini mirip dengan pekerjaan welder, butuh konsentrasi dan tidak boleh dibuat stress. Hasilnya bisa berantakan, dan bahkan bisa membuat project menjadi terlambat, akibat kemungkinan gambar yg dihasilkan menemui kesalahan dua atau tiga kali.
    Masalah ingin beralih dari design ke engineering, ini bisa saja terjadi, tapi hanya perusahaan tertentu yang mau begini. Beberapa perusahaan, terutama yang berbau asing, agak kolot dalam hal ini. Tidak perlu khawatir akan hal ini. Bisa saja terjadi, misalnya, dengan cara ganti perusahaan (nanti mungkin bisa dilakukan ketika dunia O&G booming kembali.)
    Note :
    saya adalah engineer, bukan designer, jika ada yg menganggap demikian.
    Semoga bermanfaat.

  14. mas Yos@abi terima kasih banyak atas masukannya ya..terimakasih juga kepada mas don atas forum ini.
    sukses buat anda..

  15. Pak Don & Pak Yose,

    Jikalau punya background T.Sipil, b’gaimana prospek ke depan jika berkarir sbg Piping Stress Engineer atau Piping Engineer? Apakah Mechanical Engineer menjadi persyaratan mutlak oleh perusahaan di bidang tsb?

    Saya T.Sipil. Saat ini bekerja di Contractor O&G dan lagi terlibat proyek Plant di Senipah, Kaltim. Posisi saya adalah Piping Engineer, & oleh bos di split sbg Pipe Support engineer, meski kadang scope nya juga ke main Piping.

    Menurut pengalaman Pak Don & Pak Yose, bagaimana ttg alumni minded perusahaan EPC di Indonesia di bidang Piping Stress Engineer atau Piping Engineer, apakah dari Univ negeri bukan kelas 1, bisa tembus juga?

    Salam,
    Duan

  16. Sebelumnya, maaf kalo mendahului Uda Don.
    Mas Duan,
    Sebenarnya ilmu piping stress analysis (bagian dari keluarga piping) adalah berdasar pada ilmu-2 yg biasa dikerjakan di T. Sipil, analisa statik (dinamik pada analisa Civil/Structure lebih berasal dari lingkungan). Kenapa sekarang banyak dipegang sama lulusan T. Mesin, sistem yg ada di piping lebih banyak nyantol ke barang2 yg berbau machinery. Dan dalam pipa sendiri terdapat hal-2 yang tidak dipelajari oleh lulusan T. Sipil (yg menimbulkan kejadian-2 dinamik).
    Kalo masalah karir ke depan, ga ada yang bisa memastikan. Bahkan seorang lulusan T. Mesin sekalipun tidak bisa merasa “memiliki” ilmu piping, terutama di piping stress. Saya ada teman yang dulu nya lulusan T. Sipil, tapi dia selama bekerja tidak pernah lepas dari piping, dari piping designer hingga sekarang dia aktif di piping stress. Kemudian saya juga ada junior di kantor yang ditempatkan sebagai pipeline eng (pipeline = pipa juga khan?), padaha dia adalah lulusan T. Sipil. Dan sebenarnya masih banyak lagi yang demikian, karena ilmu-2 yang ada di T. Mesin ada yang berdekatan dengan ilmu-2 di T. Sipil, yaitu di penjurusan konstruksi.
    Kalo masalah perguruan tinggi negeri bukan kelas 1, lha saya di posisi mana ? Jangankan PTN kelas 1, lha wong saya bukan dari PTN, dan kampus nya di pinggir kali pula… hehehe.. Udah gitu masuk ke dunia O&G pertama kali sebagai “alien in the city”. Kiri kanan adalah manusia-2 yang tipikal nya ga pernah saya temui di kampus (terus terang, kampus saya lebih mengarahkan sebagai pedagang, apapun jurusannya, ketimbang scientist…hehehe).

  17. ass wr wb

    terlebih dahulu perkenalkan nama saya Ali akbar…
    saya kuliah di Teknik Kelautan ITS surabaya….
    dan berminat menggeluti dunia piping seperti Pak Don.

    berhubung saya masih awam mengenai pipa, klo software Bentley Autopipe itu hanya untuk desain rancangan alur pipasaja atau bisa memprediksi kekuatan pipa??
    boleh minta tutorial short coursenya Autopipe,CEASAR II ??

    nanti mohon bantuannya yah Pak, buat membimbing Tugas Akhir..heheh

    terima kasih.
    wassalam..

  18. ass wr wb

    Pak Dony,

    saya lagi belajar pdms nich,…..ada ebook panduan pdms dasar bahasa indonesia..? kalau ada boleh dong bagi-bagi ilmunya…

    wasalam…

Tinggalkan Balasan