Menjadi Seorang Piping Stress Engineer

Kadang saya berpikir apa sih susah nya pekerjaan Piping Stress Analysis? Ilmu Piping Stress Analysis bukanlah ilmu yang canggih, ibarat kata orang Inggris, ini bukanlah “rocket science”. Ilmunya hanyalah ilmu mekanikal yang sederhana, plus pengetahuan tentang fluida, plus juga pengetahuan dan pemahaman tentang ilmu metalurgi (gak perlu dalam-dalam), dan mau membaca seabreg Code dan Standard yang mesti dituruti dan dipahami penggunaanya.

That’s it. That is it.

Teman saya, designer di London, pernah bertanya ke saya, susah ya kerjaanya. Saya bilang sih biasa saja. Terus dia menambahkan lagi: “Terang saja mudah buat anda, soalnya sudah mengerti benar, tapi susah buat orang lain yang hanya melihat dari luar.”

Betul juga, saya pikir.

Saya bisa bilang ini pekerjaan mudah dan gampang, karena sudah bertahun-tahun mengerjakannya. Gimana dengan yang cuma melihat dari luar dan teman sejawat yang dari grup lain, yang paling bisa mengatakan dua hal; kerjaanya orang stress engineer mah gampang, atau yang kedua bilang, susah ya kerjaannya.

Apapun pendapat orang, yang jelas yang berlaku adalah pendapat “pasar”.

Sewaktu kerja di Bechtel London, dan juga di Fluor Camberley, atau di Air Products UK, atau di KBR Singapore, atau di CB&I London, atau di Foster Wheeler Reading, banyak orang “lua” berpendapat dua tadi itu.

Tapi, sebuah project tetap harus meng-hire orang Stress karena ada Code Requirement yang mesti dipenuhi dan di comply dan di satisfy. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh seorang Stress Engineer.

Boleh saja Piping Design yang melakukan design yang rumit-rumit, silahkan saja Piping Material yang memilih dan menyiapkan piping material specification.

Tapi, kalau Piping Stress Engineer tidak mengapprove dan me-sign Isometric, terutama yang critical, maka, secara “hukum”, project itu belum bisa dilanjutkan ke tahapan selanjutnya, seperti Procurement dan Construction.

Sifat pekerjaanya yang critical tersebut lah yang membuat “hourly rate” dari Stress Engineer jauh lebih tinggi dari teman-temannya di Piping Departement, maupun di Engineering Department lainnya.

Sebagai Stress Engineer, anda berhak mengatakan kepada Project Manager, bahwa anda tidak akan men-sign sebuah system sebelum dilakukan sesuai dengan keyakinan anda.

Dengan kata lain, your oppinion is matter.

Tidak semua orang suka, senang dan bisa bertahan sebagai Piping Stress Engineer untuk jangka waktu yang lama. Banyak yang kemudian pindah jalur ke Design, Material atau ke Project Engineering.

Dengan berbekal kemampuan di Piping Stress Engineering, anda dituntut untuk mengerti Piping Lay out, Piping Material dan process system pada piping, dan memahami equipment lay out.

Dengan demikian, jika anda seorang Stress Engineer yang bagus, maka sudah sewajarnya jika anda bisa memahami semua aspek tersebut, dan dengan demikian akan membuka cakrawala kesempatan di bidang lain.

Bagaimana agar bisa menjadi seorang Piping Stress engineer?

Jelas yang paling penting bukan mengoperate software analysis nya, karena itu bisa dilakukan dan dipelajari dengan mudah.

Tapi, yang terpenting anda memahami dasar-dasar dari piping engineering dan tentu saja formula dari perhitungan-perhitungan yang sering dilakukan oleh seorang stress boy, dan kemudian mengetahui tahapan-tahapan didalam melakukan analisa.

Inilah salah satu tujuan dari buku yang saya buat ini: Memberikan dasar-dasar pemahaman terhadap Ilmu Piping Engineering dan Piping Stress Analysis, serta mengungkapkan hal-hal apa yang pelru diperhatikan dan disapkan ketika akan memulai sebuah perhitungan analisa.

CAESAR II hanyalah sekadar sebuah software biasa, seperti layaknya software yang lain. Makanya dalam buku saya ini, porsi pembahasan CAESAR II sangatlah sedikit. Baru pada pembahasan mengenai langkah “Input” saya menampilkan proses input data sampai proses analisa.

Justru yang paling menarik dan menantang itu adalah menganalisa hasil output dari CAESAR II ini.

Disinilah berperannya dan kelihatannya keahlian dan pengalaman seorang Piping Stress Engineer.

Pengalaman saja tidaklah cukup, harus selalu dan senantiasa menambah ilmu dengan banyak membaca literatur dan bahan-bahan keilmuan lainnya.

7 Tanggapan

  1. cocok sekali filosofinya Pak Donny
    soalnya masih banyak orang yg beranggapan dgn menguasai Caesar II artinya sudah menjadi pipe stress engineer

    btw ditunggu info rekening pembayaran buku Pak :)

  2. ternyata CAESAR II bukan yang paling utama ya?? selama ini saya pikir kalo mau terjun sebagai stress boy harus mahir software yang satu itu….
    Jadi pengen cepet2 baca bukunya Bang Don

  3. sepakat !
    menguasai software = operator
    menguasai cara berpikir = design engineer.
    piping stress analyst harus ada kedua-duanya. tidak bisa salah satu. ini berhubungan dengan masalah keseimbangan antara optimalisasi waktu dan kualitas solusi.

  4. Saya sekarang ini agak bingung. Sebagai fresh employee (bukan fresh graduate lho), saya masih bingung, mana yang harus saya pelajari dari subject piping ini. Seperti yang disampaikan mas Donn di atas, yang paling fundamental utk belajar piping tuh apa?? So dengan menguasai dasar2 dari perpipaan, saya yakin bisa menjadikannya mengakar di otak kita. Well, semoga buku PPSA bisa menjawab kebingungan saya…^_^

  5. Mang susah bgt seeh jadi stress engineer!!! Sampai sekarang aza blum ngerti2 belajarnya mesti mulai dimana?

    Orang baca gambar plant piping az mumetnya minta ampun, mesti mulai dimana?

    Banyak pertanyaan deh, sebelum mengenal neeh!! Tpi mesti nanya siapa???

    Pengen cepet2 dibaca bukunya neeh pak!!!

  6. Betul pak, software bukan yang utama ,tp alat bantu yang memudahkan kita dalam menganalisa suatu kasus.Apakah sebuah kasus yang simple harus dikerjakan dengan software juga apalagi jika kondisinya sedang di lapangan, kan repot tuh….
    Belajar Caesar II akan lebih mudah jika kita telah memahami dasar-dasar dari piping itu sendiri dan diharapkan buku Pak Don bisa menjawab itu semua.

  7. jadi mau punya buku bapak…
    bagaimana membeli kalau tinggal di indonesia.???

    thanks

Tinggalkan Balasan