Living Cost: London

Case Study:

  • Position: Mechanical Engineer or Piping Engineer or Process Engineer
  • Age: 32 Years Old
  • Dependant: one wife and 2 children
  • Company: Engineering Company
  • Experience: 8 years
  • Status Employment: Staff (Permanent)
  • Gross Salary Per Year: £40,000.00
  • Net Salary Per Month (predicted after tax): £2500.00

Baca selebihnya »

Pengalaman Kerja: Sebuah Cerita

Pribadi kita terbentuk sesuai dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita
paling banyak menghabiskan waktu. Demikian juga dengan anak-anak kita,
pribadi nya akan sangat bergantung dimana dia lebih banyak menghabiskan
waktunya.

Jika didalam pergaulannya dia lebih banyak berinteraksi dengan teman-temannya yang mempunyai sifat yang aggresif, maka sifat tersebut juga akan mulai membekas dalam dirinya.

Begitu juga dengan pribadi dan karakter kita sebagai professional, akan sangat banyak dipengaruhi lingkungan dimana kita selama ini bekerja.

Selama kurun waktu yang lebih dari 17 tahun bekerja di perusahaan
Engineering, saya sudah merasakan berbagai macam lingkungan pekerjaan
yang saya bagi atas beberapa kelompok, berdasarkan Negara asal.
Baca selebihnya »

London Yang Sangat Heterogen

Banyak orang berpendapat bahwa nilai-nilai keislaman banyak dipraktikan didalam kehidupan orang sehari-hari di London, terutama yang dilakukan oleh kaum non-muslim.

Sadar tidak sadar, didalam praktek kehidupan mereka, mereka yang sama sekali tidak pernah mempelajari islam, justru seolah-olah lebih islami dari orang islam di Indonesia.

Bukan cuma di London saja, bahkan kota seperti Paris pun tak obahnya begitu. Sampai-sampai ada ulama mesir yang lama tinggal di Paris mengatakan bahwa suasana ke-Islaman justru lebih terasa di Paris dibandingkan di Kairo!

Apa sih sebenarnya yang terjadi?

Lama juga saya amati peri laku orang bule sini yang notabene adalah beragama, sesuai KTP, yaitu Kristen.

Yang pertama mungkin adalah masalah ketertiban dalam segala aspek kehidupan. Mulai tertib sejak dari rumah, antri mau masuk ke Bis Kota, antri beli karcis, tertib dalam membawa mobil, saling mengalah, tidak suka ngotot-ngototan, sangat toleransi, sangat sopan, dan jika seseorang sedang menjalankan ibadah, misalnya kita lagi sholat, maka mereka dengan sendirinya akan diam menunggu kita selesai sholat, baru melanjutkan percakapan atau baru berani memasuki ruangan kita.

Mereka melakukan hal itu bukan berdasarkan perintah agama mereka. Semuanya seperti sudah otomatis dilakukan. Mereka tidak peduli apakah kita beragama Islam aliran apa, selama itu tidak menggangu mereka dan selama tugas kita berlangsung dengan benar, silahkan saja.

Memang pasti selalu saja ada orang yang usil, tapi mereka nggak akan berani macam-macam, karena jika kita merasa di lecehkan, kita bisa dengan mudah menelpon 999, maka sudah siap datang apa yang kita minta: Polisi, Fire Brigade, atau Ambulance. Dan dia bisa saja berurusan dengan polisi.

Kalau anda berjalan ke Oxford Street di London, sampai ke Marble Arch, maka pemandangannya sudah seperti di Middle East: banyak perempuan ber jilbab hitam (abaya).

Di Regent Park, belakang Central Mosque di London, ada Park dan Play Ground yang biasanya dimainkan oleh anak-anak berbagai macam ragam dan bangsa serta agama, seperti gambar dibawah ini.

Disana mereka bermain dan bercampur tanpa pernah memasalahkan agama, bahkan ada keluarga dari Israel, Perancis, Polandia, Belanda, Rusia, Amerika, Saudi Arabia, dan tentu saja Indonesia, alias saya.

Makanya, ndak heran banyak orang yang mau tinggal di London.

Saya termasuk nggak ya?

Sukses Adalah Cobaan

Salah satu keyakinan yang selalu saya pegang dengan erat adalah kesuksesan kita tidaklah hanya tergantung kepada usaha kita saja. Banyak faktor yang saya yakini sangat berperan didalam sukses seseorang.

Yang paling utama, menurut saya adalah keluarga kita sendiri. Doa seorang istri dan anak-anak akan sangat menentukan susksesnya karir seseorang. Istri bagi saya mempunyai posisi yang sangat penting didalam menentukan kemajuan karir kita. Dukungan dan doa dari istri akan sangat bermanfaat didalam memacu semangat kita.

Yang kedua adalah orang tua. Doa dari orang tua jelas sangat kuat sekali gemanya hingga ke hadirat Allah SWT.

Yang ketiga adalah doa dari orang-orang sekitar kita. Bisa saja adik, kakak, tetangga atau siapa saja yang berkenan mendoakan kita. Berkenan mendoakan tentu saja tidak akan datang begitu saja, tanpa dipupuk terlebih dahulu. Caranya tentu saja dengan tetap membina hubungan baik dengan sesama orang terdekat, dan sedia kapan saja untuk membantu siapa saja yang membutuhkan.

Karena didalam gaji yang kita terima, ada hak-hak orang lain yang tidak boleh kita makan. Didalam kesuksesan kita, ada peran orang lain yang kita tidak tahu dan tidak sadari.

Bisa jadi Allah memberikan kita sebuah pekerjaan baru atau gaji yang lebih tinggi, karena Allah berkeinginan untuk menitipkan kepada kita hak orang lain yang harus kita berikan kepada mereka yang berhak. Bisa saja kita diterima disebuah perusahaan yang memberi gaji lebih tinggi karena doa dari orang lain yang kita sempat memberikan bantuan kepadanya.

Jadi, tak pantas rasanya kita jadi sombong hanya karena diterima bekerja di perusahaan yang memberikan gaji yang tinggi. Tak ada gunanya.JUstru diharapkan dengan diterimanya kita bekerja di sana, akan semakin besar zakat yang akan kita bayarkan dan akan makin besar sumbangan yang akan kita berikan kepada saudara-saudara kita yang memerlukan.

Karena saya percaya, didalam setiap rezeki, ada sebuah cobaan yang hendak Allah berikan kepada kita, apakah kita mensyukuri dalam bentuk membayarkan zakat dan menggunakannya dijalan yang benar.

James Blunt