Banyak orang berpendapat bahwa nilai-nilai keislaman banyak dipraktikan didalam kehidupan orang sehari-hari di London, terutama yang dilakukan oleh kaum non-muslim.
Sadar tidak sadar, didalam praktek kehidupan mereka, mereka yang sama sekali tidak pernah mempelajari islam, justru seolah-olah lebih islami dari orang islam di Indonesia.
Bukan cuma di London saja, bahkan kota seperti Paris pun tak obahnya begitu. Sampai-sampai ada ulama mesir yang lama tinggal di Paris mengatakan bahwa suasana ke-Islaman justru lebih terasa di Paris dibandingkan di Kairo!
Apa sih sebenarnya yang terjadi?
Lama juga saya amati peri laku orang bule sini yang notabene adalah beragama, sesuai KTP, yaitu Kristen.
Yang pertama mungkin adalah masalah ketertiban dalam segala aspek kehidupan. Mulai tertib sejak dari rumah, antri mau masuk ke Bis Kota, antri beli karcis, tertib dalam membawa mobil, saling mengalah, tidak suka ngotot-ngototan, sangat toleransi, sangat sopan, dan jika seseorang sedang menjalankan ibadah, misalnya kita lagi sholat, maka mereka dengan sendirinya akan diam menunggu kita selesai sholat, baru melanjutkan percakapan atau baru berani memasuki ruangan kita.
Mereka melakukan hal itu bukan berdasarkan perintah agama mereka. Semuanya seperti sudah otomatis dilakukan. Mereka tidak peduli apakah kita beragama Islam aliran apa, selama itu tidak menggangu mereka dan selama tugas kita berlangsung dengan benar, silahkan saja.
Memang pasti selalu saja ada orang yang usil, tapi mereka nggak akan berani macam-macam, karena jika kita merasa di lecehkan, kita bisa dengan mudah menelpon 999, maka sudah siap datang apa yang kita minta: Polisi, Fire Brigade, atau Ambulance. Dan dia bisa saja berurusan dengan polisi.
Kalau anda berjalan ke Oxford Street di London, sampai ke Marble Arch, maka pemandangannya sudah seperti di Middle East: banyak perempuan ber jilbab hitam (abaya).
Di Regent Park, belakang Central Mosque di London, ada Park dan Play Ground yang biasanya dimainkan oleh anak-anak berbagai macam ragam dan bangsa serta agama, seperti gambar dibawah ini.



Disana mereka bermain dan bercampur tanpa pernah memasalahkan agama, bahkan ada keluarga dari Israel, Perancis, Polandia, Belanda, Rusia, Amerika, Saudi Arabia, dan tentu saja Indonesia, alias saya.
Makanya, ndak heran banyak orang yang mau tinggal di London.
Saya termasuk nggak ya?