Pengantar Piping Stress Analysis
Introduction
I. Definisi
Didalam sebuah Plant, entah itu LNG Plant, Petrochemical Plant, Fertilizer Plant, Nuclear Plant, Geothermal Plant, Gas Plant, baik di On-Shore maupun di Offshore, semuanya mempunyai dan membutuhkan Piping.
Piping mempunyai fungsi untuk mengalirkan fluida dari satu tempat ke tempat lainnya. Fluida yang berada didalamnya bisa berupa gas, air, ataupun Vapour yang mempunyai temperature tertentu.
Karena umumnya material pipa terbuat dari metal, maka sesuai dengan karakteristiknya yaitu jika diberi temperatur atau dialirkan temperatur didalamnya, maka metal atau pipa tadi akan mengalami pemuaian, jika fluidanya panas, maupun pengkerutan, jika fluidanya dingin.
Setiap kejadian pemuaian ataupun pengkerutan dari pipa tadi, akan menimbulkan pertambahan ataupun pengurangan panjang pipa dari ukuran semula, dalam skala horizontal.
Karena kita tahu bahwa pipa tersebut tersambung dari satu alat (equipment) ke equipment lain, maka perpanjangan ataupun pengurangan tadi, secara otomatis akan membawa pengaruh terhadap titik dimana pipa tersebut tersambung.
Misalnya, jika pipa tersebut digunakan untuk penyambungan dari sebuah nozzle pompa ke nozzle Tanki, maka akibat dari pengaruh temperatur fluida didalam pipa, maka pipa akan memuai atau mengkerut yang pada gilirannya akan menarik atau menekan ke arah nozzle pompa dan nozzle tanki tersebut.
Akibat pergerakan pipa tadi, maka akan ada gaya yang menekan atau menarik nozzle pompa dan nozzle tanki tersebut, disamping juga akan menimbulkan gaya balik terhadap pipa tadi.
Pergerakan pipa tersebut atau juga sering disebut behaviour pipa, akibat adanya pengaruh temperature fluida, perlu dihitung sedemikan sehingga pergerakkan tersebut masih mampu ditahan dan diterima oleh sang pipa tanpa harus mengalami perpatahan ataupun pecah sesuai dengan kekuatan material pipa tersebut, sekaligus gaya yang diberikan akibat perpanjangan ataupun pegkerutan pipa tidak sampai merusak nozzle pompa dan nozzle tanki.
Semua perhitungan tersebutlah yang menjadi tugas utama dari seorang piping stress engineer, yaitu melakukan pekerjaan apa yang dikenal dengan Piping Stress Analysis.
Dengan kata lain, Seorang Piping Stress Engineer mempunyai tugas untuk menghitung dan menganalisa suatu system pemipaan dalam sebuah Plant sedemikian rupa sehingga system piping dan plant secara keseluruhan mampu tetap beroperasi secara aman didalam berbagai kondisi.
II. Organisasi didalam Piping
Piping Department adalah bagian dari Divisi Engineering, yang selain Piping, juga terdiri dari Process, Mechanical, Civil/Structural, Electrical & Instrument.
Piping Department sendiri mempunyai 3 sub bagian dan dipimpin oleh seorang Piping Manager, yaitu:
Secara singkat tugas masing-masing bagian tersebut adalah:
Piping Design
Ini adalah group yang paling anyak anggotanya. Group ini mempunyai tugas untuk men-design atau membuat layout dari piping system. Mereka bertanggung jawa untuk menghasilkan layout piping yang cukup flexible dan cukup mempunyai supporting system. Mereka juga harus memastikan bahwa semua in-line instrument tergambar dengan tepat pada lokasi tertentu, dengan equipment equipment dan pipa yang sesuai dengan project criteria.
Group ini juga harus sudah mempertimbangkan faktor operasi, maintenance, safety dan constructability.
Piping Material Engineering dan Material COntrol
Piping Material Engineer mempunyai tanggungjawab untuk membuat Master Specification untuk semua piping system. Specification untuk Piping Material biasanya terdiri dari pipa, valves, fittings, flanges, bolt and nut, gaskets, branch connections, fabrication criteria dan installation criteria. Juga termasuk insulation, paint dan special coatings lainya, dan tak kalah pentingnya adlah specialy items.
Sedangkan material control berfungsi untuk melakukan perhitungan total material piping yang diperlukan pada sebuah project. Termasuk didalamnya melakukan perhitungan Material take Off (MTO), production of Bill of Material (BOM), RFQ (Request For Quotation), Bid Tabulation.
Piping Stress Engineer dan Pipe Support
Tugasnya adalah melakukan perhitungan dan analisa terhadap seluruh piping system (critical system) dan men-design pipe support. Group ini juga memproduksi Specification untuk Stress Analysis, Spring Support, Standard Pipe Support, Special Pipe Support, expansion joints, dan special engineered item.
Untuk selanjutnya, kita akan lebih memfokuskan kepada Piping Stress Analysis, khususnya membicarakan tentang step-by-step didalam melakukan pekerjaan stress analysis.
Teori Dasar
Kenapa Harus di lakukan Stress Analysis?
Seperti diketahui bersama bahwa tujuan dilakukannya perhitungan Stress Analysis dari piping system, secara singkat adalah untuk menjamin (to ensure) bahwa piping system tersebut dapat beroperasi dengan aman tanpa mengalami kecelakaan.
Dalam “kehidupannya”, piping yang didalamnya mengalir fluida, baik panas, dingin atau angat-angat kuku, akan mengalami pemuaian (expansion) atau pengkerutan (contraction) yang berakibat timbulnya gaya yang bereaksi pada ujung koneksi (connection), akibat dari temperature, berat pipa dan fluida itu sendiri serta tentu saja tekanan didalam pipa.
Dengan demikian, sebuah piping system haruslah didisain se-flexible mungkin demi menghindari pergerakan pipa (movement) akibat thermal expansion atau thermal contraction yang bisa menyebabkan:
1. Kegagalan pada piping material karena terjadinya tegangan yang berlebihan atau overstress maupun fatigue.
2. Terjadinya tegangan yang erlebihan pada pipe support atau titik tumpuan.
3. Terjadinya kebocoran pada sambungan flanges maupun di Valves.
4. Terjadi kerusakan material di Nozzle Equipment (Pump, Tank, Pressure Vessel, Heat Exchanger etc) akibat gaya dan moment
yang berlebihan akibat expansion atau contraction pipa tadi.
5. Resonansi akibat terjadi Vibration.
LOADINGS
KIta mengerti bahwa pipa menerima beban baik akibat berat pipa itu sendiri, berat fluida didalamnya, akibat tekanan dalam (internal pressure), temperature fluida, angin maupun gempa bumi atau earthquake.
Setiap beban yang diterima pipa akan ditahan oleh pipa tersebut sesuai dengan kemampuan dia menahannya, yang tentu saja tergantung dari material pipa yang kita gunakan.
Beban diatas dibagi dalam dua kelompok, yaitu:
1. Sustained Load: yaitu beban akibat berat pipa, berat fluida, tekanan dalam pipa, tekanan luar, pengaruh angin dan
gempa, serta beban dari salju yang menimpa pipa. Satu hal yang penting disini adalah jika pipa terkena beban demikian, maka
bisa mengakibatkan pipa menjadi pecah dan collaps, jika tidak dilakukan upaya pencegahan.
2. Thermal Load:beban ini adalah beban yang ditimbulkan akibat ditahannya expansion atau contraction suatu pipa yang
mengalami pemuian ataupun pengkerutan akibat temperatur dari fluida yang mengalir didalamnya. Penahanan (restriction)
yang diberikan dapat berupa Anchors, atau tersambung ke equipment. Satu hal yang perlu juga diperhatikan adalah bahwa
thermal load ini adalah sifatnya siklus, artinya jika anchor nya dilepas atau fluidanya di hentikan mengalir di pipa tersebut,
maka hilang pula load yang ditimbulkanya.
STRESS CATEGORIES:
Primary Stress
Primary Stress adalah, sesuai namanya, Stress yang paling berbahaya yang diakibatkan oleh Sustained Load. Kenapa disebut berbahaya, karena jika timbul stress ini, maka efeknya catasthropic, yaitu rusaknya atau pecahnya pipa karena tidak mampu menahan berat atau beban yang ditimpakan kepadanya.
Primary Stress adalah direct stress, shear atau bending stresses yang dihasilkan oleh beban yang menimpa piping. Beban tersebut bisa datang dari pengaruh beban luar pipa seperti longitudinal dan circumferential stresses due to internal pressure dan bending dan torsional stresses karena berat pipa itu sendiri, snow, ice, wind atau earthquake. Sebagai tambahan akan ada bending dan torsional stress akibat dipasang Anchor atau jenis support lainnya yang juga menimpa pipa.
Sehingga pipa diharapkan mampu menahan beban-beban tersebut dengan aman tanpa harus mengalami pecah atau gagal.
Tapi, jika ini terjadi ketika dilakukan perhitungan stress analysis dengan menggunakan program komputer, maka pemecahannya gampang sekali, yaitu dengan menempatkan tumpuan atau pipe support yang tepatpada lokasi yang overstress tadi, atau disekitarnya.
Secondary Stress
Secondary stress adalah stress yang diakibatkan oleh thermal loads. Yaitu akibat temperatur fluida yang mengalir yang menyebabkan pipa akan mengalami pemuaian atau pengkerutan (expansion or contraction).
Pipa akan menerima apa yang disebut bending nature yang bekerja pada penampang pipa (accross wall thickness) dan bervariasi dari negative ke positive dan timbul karena terjadinya beda defleksi secara radial dari pipe wall.
Secondary Stress bukanlah sebagai penyebab terjadinya kegagalan material secara langsung akibat beban tunggal. JIka pun terjadi stress yang melewati Yield Strenght, maka efek nya hanyalah terjadinya “local deformation” yang berkibat berkurangnya stress pada kondisi operasi.
Hanya sja jika hal ini berlangsung berulang-ulang, cyclic, maka akan timbullah apa yang disebut “local strain range” yang berpotensi menjadi penyebab timbunya Fatigue Failure.
ALLOWABLE STRESS
Untuk Primary Stress menggunakan Code Allowable STress pada Operating Temperature…(ASME B31.3 302.3.5 (c)
Karena Failure pada Secondary Stress adalah akibat terjadi gaya berulang pada pipa maka Allowable STress nya pun haruslah mempertimbangkan faktor siklus (cycles) yang diantisipasi akan terjadi sepanjang hidup pipa tersebut.
Kegagalan biasanya terjadi pada bagian yang mendapatkan regangan terbesar (highest cyclic strain).
Allowable Stress untuk Thermal Expansion Stress adalah:
SA = 1.25 Sc + 0.25 Sh
dimana, Sc = Allowable Stress pada temperature ambient
Sh = Allowable Stress pada Temperature Operasi
Allowable Stress ini akan menjadikan system piping akan aman beroperasi dalam siklus 7000 kali tanpa failure.
Jika siklus yang terjadi diharapkan lebih dari 7000 kali dalm umur nya piping, maka Allowable Stress nya akan berkurang dengan menambahkan faktor pada formula diatas.
SA = f(1.25 Sc + 0.25 Sh)….ASME B31.3 302.3.5 (1a)
dimana, Sc = Allowable Stress pada temperature ambient
Sh = Allowable Stress pada Temperature Operasi
f= Stress Range Factor, dari figure 302.3.5 ASME B31.3.
Pak Don, bagus sekali Artikel yang anda buat tentang Piping Stress Analysis, sangat membantu bagi kita dalam ilmu piping stress analysis. Saya pernah pake Caessar II, tapi sebatas make saja tapi belum tahu definisi penting dalam piping stress. Apabila berkenan Pak Don untuk selanjutnya ditambahkan applikasi Softwarenya, sehingga rekan rekan dan saya bisa lebih jelas dalam penggunaan pilihan menu atau option-option yang dipakai. Terima kasih
Good job!
Dulu saya juga pernah memaparkan masalah ini ketika masih bekerja di PT Wijaya Karya, untuk perkenalan kepada rekan-2 yang telah lama bekerja di sana dan sedang membangun divisi baru, agar mengetahui apa sih itu Piping Stress Analaysis (karena dari nama “stress” sepertinya berat banged.)
Sebenarnya ada beberapa buku panduan mengenai hal ini. Misanya yang telah dibuat oleh MW Kellogg. Atau yang sudah dibuat mudah oleh Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – tempat kerja pak Donny dulu ?? Atau juga versi yang dibuat oleh PT Tijara Sakti (kalau ndak salah) — dalam rangka “jualan” kursus bidang ini. Kalau saya sendiri justru otodidak via PT Tripatra Engs & Cons. Jadi, ya ilmunya a la serabutan. Tapi ya alhamdulillah, udah beberapa kali pengen pindah jalur ke bidang lain, malah ujung-2nya ya ngerjain stress analysis terus.
Saya disini hanya ingin menambahkan mengenai Piping Design. Pekerjaan ini tidak hanya seperti yang pak Donny sebutkan di atas, tapi juga menekankan pada nilai estetika. Saya sering menemui para designer yang masing-2 punya “gaya” sendiri dalam menempatkan pipa dan equipment. Sehingga walau terlihat serupa, tapi dengan seksama kita bisa melihat ini gaya desain nya siapa (dari rekan-2 satu tim yang bersama dalam suatu proyek.)
Tambahan yang lainnya adalah dari pembahasan ini bisa berkembang pada masalah analisa dinamik, yang mana sampai saat ini saya masih bingung dalam “mengolah” dan aplikasi nya. Kemudian mungkin di masa berikutnya, masalah pipe stress analysis ini bisa memperkirakan berapa persen perbandingan antara hasil dari komputer dengan pelaksanaannya di lapangan (saya pernah tanya “master” nya di Tripatra dan beliau menjawab “Tidak bisa diketahui”. mungkin memang karena belum ada penelitiannya. atau faktor “x” masih menjadi yang utama). Saya masih memikirkan ini, karena jawaban sederhana yang saya terima paling-2 tidak jauh dari “Khan sudah ada allowable value. Kalau di luar itu ya, tentunya gagal.” Ini bagi saya bukan jawaban, tapi “sekedar menyadur”. Buktinya, tetap saja ada yang namanya Fatigue Failure akibat Cyclic Stress Loads. Dan walau sudah di bawah ambang aman (allowable data), tetap saja terjadi kegagalan dalam operasi.
Dalam hal ini saya bukan ingin “menantang” Tuhan. Tapi prosentase kegagalan analisa bila bisa dicapai sehingga kerusakan yang ada akan selalu berasal dari pelaksanaan pemasangan (human daily behaviour as primary factor “x”). Sering kali saya menemukan kondisi dimana stress analysis engineer menjadi “sasaran empuk” terjadinya kegagalan dalam pembangunan plant. Dan juga pada posisi yang lemah. Mungkin bagi stress engineer yang ada di engineering company (bukan EPC) yang begini bukan masalah karena mereka bisa berlindung di balik nama perusahaan, sehingga tidak perlu kontak langsung. Tapi tidak untuk stress engineer yang ada di EPC company.
Wah, maap nich jadinya malah curhat. Tapi karena saya senang ada wadah seperti ini bagi pipe stress analysis engineer dari Indonesia. Saya yakin orang-2 kita sama cerdasnya dengan “wong londo” atau malah lebih. Cuma wadahnya saja yang belum terbuka.
Thanks & keep moving to better future.
Mas Yosef dan Mas Barkah,
Saya sepakat bahwa kita harus terus berdiskusi mengembangkan kemampuan kita.
Mungkin akan sampai pada saatnya nanti kita kan bicara kasus per kasus. Saat ini, setelh ini maksud saya, saya akan meneruskan pada sisi persiapan menjelang memulai perhitungan Stress Analysis, mlai dari mempersiapkan data dan dokument yang diperlukan, sampai mempersiapkan Stress Skecth dengan segala macam informasi yang mesti diisi, sampai meng-input ke CAESAR II atau AUTOPIPE, dan kemduain melihat dan menganalisa hasilnya.
Mulai dari yang sederhana seperti di Piperack, meningkat untuk yang agak sulit, pump, vessle, heat exchanger sampai Compressor dan Turbine.
Kita kemudian bisa berdiskusi disini sambil meng-enlightening kan diri kita masing-masing, termasuk saya sendiri.
Selain itu, saya juga melihat perlunya kita, Stress Boy, untuk menambah perbendaharaan ilmu kita dibidang piping lainnya.
salam
nb:
ditunggu partisipasi Stress Boy lainnnya..ok?
Mas Don,
Saya sangat sejutu dengan adanya online course tentang pipe stress ini…
Saya baru aja berkecimpung di dunia ini..hehhe..
Banyak yang mau saya ketahui…
Salah satunya, bagaimana mengatasi allowable nozzle di AFC yang gagal, padahal pipanya udah gak stress…:-(
Salam
Eep
Saya seorang Junior Engineer sekarang untuk sebuah project PLTU, karena sejak pertama kali kerja status saya Mechanical Engineer, wadah diskusi seperti ini sangat membantu saya sebagai seorang beginner, untuk memilih spesialisasi apa nantinya akan ditekuni.
Semoga wadah seperti ini akan meningkatkan kompetensi engineer Indonesia, dan mungkin bagi senior piping engineer tidak keberatan untuk menambahkan lebih banyak lagi teori dasarnya.
Salam
Pak..
Dalam pengalaman bapak dulu ketika mengerjakan piping stress analysis apakah pernah pula memakai ANSYS atau NASTRAN sebagai FEA software yang lebih detail.
Saya memandang bahwa, ketika melihat profil pipe stress di lapangan dengan menggunakan strain gauge (Strain gauge dipasang di tiap 90 derajat keliling), tidak cukup hanya memodelkan dengan CAESAR/AutoPIPE yang hanya memodelkan pipa sebagai beam element. Kita perlu melihat stress disekeliling pipa juga, oleh karena itu menurut hemat saya perlu ANSYS atau sejenisnya.
Mohon pencerahan.Terima kasih
-dari anak muda yang baru terjun di dunia pipeline-
Pak..
Dalam pengalaman bapak dulu ketika mengerjakan piping stress analysis apakah pernah pula memakai ANSYS atau NASTRAN sebagai FEA software yang lebih detail.
Saya memandang bahwa, ketika melihat profil pipe stress di lapangan dengan menggunakan strain gauge (Strain gauge dipasang di tiap 90 derajat keliling pipa), tidak cukup hanya memodelkan dengan CAESAR/AutoPIPE yang hanya memodelkan pipa sebagai beam element. Kita perlu melihat stress disekeliling pipa juga, oleh karena itu menurut hemat saya perlu ANSYS atau sejenisnya.
Mohon pencerahan.Terima kasih
-dari anak muda yang baru terjun di dunia pipeline-
lamiascritture,
Pemakaian Finite Elemen Analysis di Piping Design tidak lah diperlukan atau disarankan, kecuali di kasus yang jarang seperti dibutuhkan analisa elastic-plastic atau disaat dilakukan riset soal distribusi stress di sambungan pipa atau fittings.
Karena pada prinsipnya, Stress yang terjadi pada permukaan sampai penampang pipa sudah di dihitung melalui Sustained Stress (yaitu hoop stress) dan biasanya levelnya hanya 20-40% dari Code Allowable Stress.
Jadi, FEA adalah the last resort jika dibutuhkan.
Contoh lain adalah jika nozzle forces dan moment besar sekali dan melebihi allowable, maka bisa saja dilakukan FEA untuk mengethaui bagaimana distribusi loads di nozzle dan sekaligus mengetahui kekuatan material cassing nozzle nya.
Juga di Trunnion yang mendapatkan loads yang besar sekali, yang jika dihitung dengan CAESAR II sudah menunjukan Overstress, maka untuk meyakinkanm bisa dilakukan FEA.
Dan lagi, selama piping system yang dianalisa telah memenuhi syarat dari CODE dalam hal Primary and Secondary Stress, maka tidak diperlukan lagi analisa tambahan dengan FEA.
Kecuali dengan case-case tertentu seperti yang saya sebutkan diatas
salam
Pak…
saya seorang mahasiswa yang tertarik mengenai pipe stress, dan sedang mencari tugas akhir.
Sekiranya bapak bisa memberi masukan apabila saya ingin mengambil tugas akhir mengenai pipe stress.
terima kasih banyak..
salam
Yang saya tau dari ANSYS (saya pernah liat teman yang menggunakan software ini untuk thesis S2 nya), lebih fokus pada kondisi yang terjadi pada satu penampang, entah itu equipment atau material. ANSYS sangat berguna untuk mengetahui kekuatan ‘kulit’ valve ketika aliran terjadi. Beda dengan Caesar atau Autopipe yang lebih ke arah analisa kegagalan pada suatu sistem (penyederhanaan dari analisa yang kompleks).
Kalau salah, tolong dikoreksi…..
Masalah analisa terhadap nozzle dan terhadap stress di pipa punya tempat masing-2. Dalam setiap pekerjaan saya, selalu saya urutkan analisa apa yang harus saya lakukan dari awal hingga akhir (sebelum ‘dikemas’ dalam suatu report) :
1. cek stress allowable di sistem (di Caesar dengan menu code compliance atau stress summary.) Kalau ga failed atau overstress, maka lanjut ke berikutnya.
2. cek displacement pipa (horisontal dan vertikal). hal ini berguna untuk mengetahui apakah pipa yang dianalisa tidak melebihi batas kiri dan kanan nya terhadap batas support dan pipa-pipa di sebelahnya (above ground pipe line/distribution line akan menemui ini, terutama pada expansion loop)
3. jika disyaratkan, cek kekuatan flange (di Autopipe disebut sebagai ANSI Check). di Caesar bisa dilihat dari Restraint Summary
4. cek hal-hal lain yang berhubungan dengan Restraint Summary, yaitu nozzle allowable pada equipment.
Kira-2 itu yang bisa saya sampaikan selaku “operator” stress analysis.
Sory nich diforum ini boleh nanya enggak Bapak2 Senior
Saya mau menayakan tentang support yang dipaket dengan pompa (shipping pump certrifugal) dan cara setingnya bagaimana ? mohon informasinya klo salah tulisanya stead pump
YN/Piping
yuni,
Common practice, first support setelah pump adalah Adjustable Support. Ini bisa dipakai jika piping stress nya mengijinkan dengan kata lain forces dan moment di zonnle masih dibawah Allowable dari Manufacturer atau Vendor.
Jika ternyata forces dan moments nya melebihi Allowable, maka pilihannya adlah menggunakan Spring SUpport.
Setting nya apa maksud nya nih Yun?
Setting Adjustable? Biasanya setting ketika installation.
Apa begitu?
Rudy,
Kalau mau menjadikan pipe stress sebagai topik dalam Tugas AKhir, bisa saja.
Tapi, karena Pipe Stress itu cukup luas cakupannya, maka mungkin perlu di pilih lebih specific apa yang akan di analisa.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah seperti “Design Expansion Joint untuk LNG Line” dan anda bisa minta data ke PT. Badak LNG.
Bisa juga “Pressure Design of Piping Component”
Atau “Peranan Stress Intesification Factor dalam meningkatkan Flexibility of Piping”
Atau juga “Surge Analysis for LNG Piping”
“Fenomena Water Hammer pada Cooling Water Pump”
Mas Don, saya hanya ingin menanyakan : bagaimanakah prospek orang yang spesialis di bidang Piping Stress dalam karirnya ? Saya termasuk orang sudah kepalang basah di bidang yang 80% tahunya piping stress. Padahal profesi ini di sini bukan profesi yang populer, sepertinya lebih cocok untuk fresh graduate. Saya mencoba banting stir ke piping desaigner atau material, tetapi sepertinya malah serba jadi tanggung, tahu material, desain, stress tapi sebatas kulitnya saja. Terus terang saya lebih menyukai sebagai orang yang Technically Expert daripada yg sifatnya Mangerial. Gak apa-2 jadi kuli yang penting ilmu kita berkembang dan bermanfaat ( dan gaji gedhe ). Masalahnya perusahaan mana yang mau menggaji tinggi untuk seorang Stress Engineer di indonesia ? Bidang ini menurut saya malah di seperti dipinggirkan di dunia per”piping”an, dan berada pada posisi yang paling lemah… Bagaimana menurut Mas Don ?
hal sama yang ingin saya tanyakan juga buat mas don…! dulu saya pernah belajar PSA dan aplikasinya tapi ga sampai kedalam berhubung musti mengabdi pada negara ini, cuman ada sedikit penyesalan sekarang meninggalkan bidang itu, dan saya juga ingin menanyakan hal yang sama dengan yang ditanyakan mas adi.
thanks mas don.
satu lagi mas don, klo mau tau lebih ttg PSA saya musti cari kemana ya? selain kursus dengan biaya yg besar itu?
Mas Adi& Mas Alfa,
Kalau bicara prospek Piping Stress Analysis di Indonesia, sebenarnya nggak begitu jelek.
Dari sisi pendapatan sebagai pegawai tetap, maka Process Engineer adalah paling top, baru kemudian diikuti oleh Piping Stress Engineer.
Ada memang dibeberapa perusahaan Piping Stress dengan Process sama rata.
Kalau kita bicara di luar negeri, pun begitu, dalam hal pegawai tetap maupun kontrak.
Tapi, belakangan ini, berhubung “populasi” Stress Engineer mulai berangsur-angsur “punah”, misalnya banyaknya jagoan Stress Enigneer di UK, misalnya, sudah tua dan mulai pensiun, sedangkan anak muda di UK nggak banyak yang mau menjadi Stress Engineer, maka secara perlahan dan pasti rate nya pun mulai melebihi Process Engineer.
Seluruh teman kerja saya di Inggris sini, Stress Engineer nya maksud saya, paling muda berumur 55 tahun, ada yang sudah 64 tahun. Kebetulan saya lah yang paling muda.
Kenapa? Karena memang ngga pernah ada training bagi Fresh Graduate untuk menjadi Stress Engineer oleh perusahaan EPC.
Sedangkan untuk Indonesia, training pun tidak begitu diberikan oleh perusahaan. Sehingga tinggal kembali kepada STress Engineer nya untuk belajar sendiri dan menambah Ilmu dengan gaya “Learning by Doing”.
Posisi sebagai Stress Engineer di Jakarta, dan Singapore serta Malaysia, tetap akan mendapatkan reward yang tinggi.
Karena skill nya agak unik. Stress bisa dipelajari dengan mudah, CAESAR ataupun AUTOPIPE pun seminggu juga lancar make nya.
Tapi, yang nggak bisa dipelajari adalah experience di dalam mengerjakan case-case sulit di sebuah Project.
Tentu saja dengan tetap menambah Ilmu Piping, misalnya dengan mengerti dan memahami COde seperti ASME B31.1 atau B31.3, dan API Code, serta beberapa skill khusus seperti Seismic Analysis.
Saya masih yakin bahwa menjadi Specialist di bidang Stress Engineer di Jakafrta, Singapore dan Malaysia masih mempunyai prospek yang besar.
Satu hal yang perlu di ingat adalahdunia makin kompetitif, sehingga banyak EPC Company ayng membuka low cost center di Jakarta, Kuala Lumpur, Singapore dan Manila serta Bangkok, juga New Delhi.
Nah, ini lah kesempatan kita sebagai Stress Engineer Indonesia untuk merebut kesempatan tersebut, karena mereka nggak akan mampu membayar Stress Engineer dari UK atau US, disamping memang udah nggak ada Stress Engineer dari UK atau US yang bisa ke Asia, dengan alasan keluarga dan sudah tua.
Kalau masalah kursus, saya kurang tahu di Jakarta.
Kemaren katanya PIPI sempat mengadakan training Stress Analysis, mungkin bisa ditanyakan.
salam
Sepakat dengan analisa pak Donny. PSA engineer sekarang di Indonesia saja sepertinya udah mulai saling tarik menarik antara satu EPC/Engineering company dengan yang lainnya. Bahkan Pipe Mat’l Eng yang dulu berjaya sampai terbengong-2 dengan kondisi ini dan mereka mulai ingin mempelajari ilmu yang asik-2 tapi membosankan juga ini. Bagi saya, kalau ingin kenal sistim dalam pipa, belajar dulu stress analysis. Baru kemudian masalah material nya (biasanya kulit-2 nya akan dipelajari otomatis ketika menjalankan analisa stress). Nah kalo udah terbiasa, lama-2 liat routing pipa yang ngejelimet, otak kita langsung akan “berkata” otomatis “Ini OK” atau “Ini tidak OK”. Itu yang sebenarnya yang lebih penting untuk menjadi PSA Eng. Bukan sebagai operator software semata (tapi dengan bantuan software itulah kita bisa lebih cepat memahami sistim perpipaan dengan segala kondisi nya), tapi lebih jauh bisa memantapkan sense kita ketika “melihat” jalur pipa.
Masalah belajar bisa 3 :
1. ikut kursus (tapi mahal)
2. ketika masih fresh graduate, pelajari masalah ini, pada dasarnya trus bergabung dengan perusahaan yang siap “menggembleng” untuk jadi PSA Eng
3. belajar sendiri tanpa bantuan siapa pun, kecuali kita dengan komputer dan buku-2.
Nah, untuk yang no.2, saya sarankan, coba kirim lamaran ke Tripatra, IKPT atau Singgar Mulia. Ketiga perusahaan tersebut sering “menggembleng” fresh eng untuk bisa jadi PSA. Jangan lihat “harga” dulu (Apalagi Tripatra dengan “dunia keras’ nya, jadi mirip sekolah lagi), yang penting dapat pengalaman (minimal setahun konsisten di PSA). Di Tripatra ada “master” nya piping, namanya Rushlie Effendy. Dengan beliau bisa diskusi masalah ini.
terima kasih banyak atas masukannya pak don. menganai buku atau literatur pipe stress ini apa sudah banyak di jual do toko buku? atau mungkin pak don punya buku menganai pipe stress?. Mohon masukannya pak, saat ini saya jg sedang belajar software Caesar II dan berencana menggunakannya sebagai tugas akhir. Dari judul yang bapak sebutkan sebelumnya, apa bisa menggunakan software ini? atau mungkin ada judul lain yang lebih cocok jika menggunakan caesar II?
Terima kasih banyak
salam.
Mas rudy coba bikin tugas akhir, untuk menguji sampai sejauh mana desain safety kalkulasi CAESAR terhadap kondisi actual. Misalnya dilakukan uji tarik pada branch pipa, pada beban berapa branch pipa tsb mengalami plastis dan patah. Selanjutnya dibanding dengan teori tegangan yang diaplikasi pada CAESAR, sejauh mana akurasinya ? Yang sederhana mungkin bisa dilakukan untuk menguji teori tegangan Sustain Stress dulu. Kalau menguji Expansion Stress, mungkin bisa dilakukan dgn memanaskan pipa kali yaa ( kan ada LPG gratis dari pertamina ..he..he).
Tentang PSA ini, masalah yang umum saya hadapi ketika ekskusi project sbb:
* Desain pipa hasil PSA sering konflik dengan piping designer.
* PSA terus dilakukan selama desain pipa berubah, bahkan sampai Drawing For Construction bisa berubah total. Celakanya, setelah Drawing For Construction, biasanya pekerjaan di Site sudah dimulai (bahkan kadang-2 pekerjaan di site curi start sebelum Engineering-nya tuntas). Sementara pipa sudah dipasang, kita masih utak-atik NEMA-SM23, API610, atau API 661. Kalau sudah begini, setengah mati kita berusaha meng-arrange support supaya tidak merubah konfigurasi pipa ( karena toleransi kita untuk keep schedule construction. Maklum kalau sudah namanya proyek pasti diuber-2 waktu, kita juga tidak mau dianggap biang kerok macetnya progress… ). Belum kalau dilapangan, konfigurasi pipanya berubah dan berubah lagi…cape deh. Percaya enggak, di proyek yg cukup besar kemarin saya terlibat, PSA engineernya cuma satu orang dan masih pemula. Katakanlah ada 1,2,3,… s/d 100 kalkulasi, diakhir pekerjaan engineering dia telah menyelesaikan kalkulasi yang ke 100. Tetapi apa yang terjadi ? desain pipa untuk kalkulasi no 1 s/d 99 sudah berubah tanpa dia belum sempat me-rekalkulasi (ekstrimnya begitu). Akhirnya proyek sudah Mechanically Completion, PSA engineernya masih utak-atik CAESAR … memang konyol. Kesalahan koordinasi dan manajemen-nya memang… , dan inilah yang saya maksud PSA dipandang sebelah mata dan dipinggirkan
setidaknya terjadi di Company Culture tempat saya bekerja.
Saya hanya berangan-angan seandainya ada program seperti PDS dan PDMS yang terintegrasi dengan PSA, pasti pekerjaan sebagai PSA akan lebih ringan dan terkoordinasi lebih baik dalam pekerjaan piping secara keseluruhan.
wah seharusnya ada wadah khusus buat komunitas PSA. Pasti jadi ajang yang sangat berguna, terutama bagi para newbie PSA seperti saya ini. Hal2 apa saja sih pak yang perlu dipelajari dalam PSA agar expert?ataukah expertnya seseorang dalam PSA hanya didapatkan dengan experience-nya dalam mengerjakan project2?mohon petunjuknya, karena saya belajar caesar secara otodidak, sehingga kemampuannya juga asal2an.ada yang bisa ngasih contoh2 case PSA gak?thanks
Pak Doni YTH. Saya Mahasiswa UI jurusan mesin program extension dan baru lulus. Saat ini KBR sedang buka lowongan untuk Engineer dengan syarat menguasai CAESAR II dan designer dgn syarat menguasai AUTOCAd ataupun AUTOPIPE, yang saya mau tanyakan: (1) kira -kira gaji seorang piping enginer di KBR brapa dan berapa pula gaji piping designernya di KBR. Pak Doni pasti memiliki program CAESAR II kan, dimana /bgmana cara saya bisa mendptkannya pak, krn yg original mahal, sedang yg bajakan tdk dpt sy cari, saat ini saya hanya punya CAESAR II ver demonya saja. Toloong ya pak Doni….
Tengku Syahdilan,
Saya tidak tahu pasti berapa standard gaji di KBR Jakarta sekarang ini. Hanya saja kalau bicara tinggian mana antara Engineer dengan Designer, saya mungkin bisa mengatakan bahwa gaji engineer masih lebih tinggi dibanding gaji designer, dengan pengalaman yang sama lho.
Kalau untuk program CAESAR II, saya jamin nggak bakalan ada bajakannya. Saya juga nggak punya programnya, karena untuk apa kita punya? Toh nanti Perusahaan akan menyiapkan buat kita, lagi pula..mahal kan harganya.
Sebenarnya dari Demo pun kamu sudah bisa belajar dikit-dikit.
Kalau KBR mensyaratkan pengalaman kerja dan sudah pernah menggunaka CAESAR II, kalau mau coba sih ngelamar aja, tapi kalau gak, cari pengalaman dulu ke IKPT, Rekind, Tripatra, atau Singgar Mulia.
Oh ya, Autopipe adalah software untuk Stress Analysis, bukan untuk designer.
Wah kalo cuma belajar dr demo nanggung bgt ya. Tapi akhir bulan ini saya ada kursus CAESAR II di BIZZCAMP TRAINING room, kira-kira mereka ngasih tidak ya program CAESAR II nya utk kita ? Kemudian ni pak Doni biasanya gaji seorang Piping designer berapa ya?
mas Tengku, saya kebetulan eks KBR Jakarta. Gaji disana untuk newbie kira-2 3 jutaan lebih(engineer) dan dibawahnya untuk designer. kalo dimina sudah bisa Caesar, itu mah namanya lowongan bukan untuk newbie, tp experienced level. Kalo newbie, insya Allah kan diberikan semacam in-house training dari yang sudah pengelaman. Masalahnya, disana yang experienced level lagi ditugaskan ke Singapore dan Houston. kalo berani, silakan kirim saja lamaran ke sana (apalagi kalo udah ada modal bisa Caesar walau seadanya). yg interview pun nanti juga bukan termasuk yang sangat ahli di Caesar atau Pipe Stress Analysis (karena yang ahlinya sedang on-duty seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya).
Nah kalo mau mendapatkan ilmu pipe stress yang mantap dan cepat, silakan coba lamar IKPT, Tripatra atau Singgar Mulia. Abis itu baru jajal international company seperti KBR, Saipem, Technip atau Amec.
salam kenal semua,
). dari yg saya baca2 dari web maupun artikel2 ttg pip stress analysis, semuanya menyimpulkan, bahwa kita tidak akan pernah kompeten hanya dari membaca buku, dengan kata lain kita harus terjun langsung menimba pengalaman. Menjadi seorang PSA adalah cita2 saya semenjak kuliah, apalagi sampe overseas seperti pak Dony.
)
wah tulisan yang menarik dari pak doni, langsung deh saya print dan saya baca huruf per huruf di rumah, cos akses internet dikantor terbatas.
saya fresh graduate, dan sekarang jadi junior piping eng di perush EPC daerah Cilandak (saya yakin bapak2 disini sudah tahu
Nah yang ingin saya tanyakan, untuk menjadi seorang piping engineer khususnya PSA yg sangat kompeten. langkah2 pertama apa yg perlu saya lakukan??di kantor saya ini, beberapa bulan saya mendapatkan tugas sebagai checker, baik PnID, isometric, maupun piping plan…..kadang saya bingung, mengapa tugas seperti ini diberikan kepada saya, bukanya seorang checker dibutuhkan org yg sangat berpengalaman??Apakah step yg dilakukan ke saya ini bisa dianggap bener y pak??
Dan karena saya menganggap disini saya tidak di”gembleng” menjadi seorang PSA, akhirnya saya belajar sendiri otodidak di rumah, seperti ketika saya mencari2 artikel PSA di web dan bertemulah dgn artikel pak Donny.
(saya masih berpikir, pindah kantor bukanlah solusi yg tepat
mohon saran
terima kasih-soeryo
Menyambung pertanyaan dari Mas Rudi tentang literatur atau buku pipe stress.
Ada satu buku yg relevan yaitu “Introduction to Pipe Stress analysis”, author : Sam Kannappan, P.E published by John Wiley & Sons.
Ada juga “Advanced Pipe Stress Analysis”, cuma sampai saat ini saya belum mendapatkan bukunya?
Mungkin bapak2 n rekans sekalian memiliki koleksi yg “advanced pipe stress analysis”?
Suwun…
Check it out guys, kebetulan beliau salah satu senior pipe stress di Belanda
http://paulvoorhaar.nl/Pipestress/index.html
Mas Doni, saya punya pertanyaan : apakah seorang pipe stress bisa di developed menjadi Piping Engineer ? Ataukah orang yg sudah expert di PSA itu sendiri bisa dikategorikan sebagai seorang Piping Engineer ? Benarkah analogi saya sbb : misalnya PSA Engineer=Dokter Spesialis Gigi & Piping Engineer=Dokter. Dokter Spesialis Gigi adalah Dokter, maka PSA Engineer adalah Piping Engineer…
Salam kenal mas don.
saya mahasiswa jur.mesin di ITENAS. sekarang saya lg TA tentang stress analysis. begini mas, setelah saya baca tulisan2 mas don, bisa dibilang mas termasuk expert tentang dunia piping.
Yang ingin saya tanyakan ke mas don :
-Dalam memahami stress analysis pada pipeline, saya bingung, sampai sejauh mana harus kita pelajari?(batasan masalah maksudnya mas)
-Dalam melakukan stress analysis, data apa aja yg mesti kita ketahui?(krn saya gi belajar tutor autopipe)
Mungkin itu saja dulu mas, saya harap mas mau membagi ilmunya.
wassalam…..
mas ogy, saya juga sedang mencari TA mengenai Pipe stress. kalau tidak keberatan mungkin ada beberapa masukan tentang judul yang akan di ambil? saya juga bingung harus mau ambil judul tentang apa?
salam,
Pak Maurice saya udah buka
http://paulvoorhaar.nl/Pipestress/index.html
tapi dokumen di PDF file yang akan saya download butuh password, apakah pak Maurice punya passwordnya, bagi-bagi dong, thank you.
@ Mas Yan,
Kita tahu bahwa di Piping itu ada 3 kelompok secara umum:
1. Piping Design: disebut juga Designer atau Piping Design. Porsi kerjaan mereka secara ringkas adalah menterjemahkan P&ID kedalam bentuk piping layout, yang bisa 3D atau 2D, tergantung kualitas perusahaan dia bekerja. Dijaman dulu, seluruh Designer adalah 2D, karena memang belum ada Software 3D.
Sebagian Designer tadi ada yang kemudian belajar 3D model, ada yang tidak. Sehingga ketika Perusahaan mulai berlaih ke 3D, maka yang tidak belajar 3D akan agak ketinggalan, baik dari sisi gaji maupun karir.
Jadi, karena pekerjaannya kebanyakan memodelkan 2D dari P&ID ke 2D atau 3D Piping Layout, yang merujuk kepada standrad layout dan pengalaman, maka kebanyakan Designer adalah bukan “Engineering Graduate” walaupun sekarang sudah ada Engineering Graduate yang masuk menjadi Designer.
Tapi, dari jenis pekerjaan day-to-daynya, menurut saya, tidaklah diperlukan “Engineering Gradute background”.
2. Piping Stress Analaysis dan Pipe Support: Scope pekerjaannya adalah melakukan perhitungan atas suatu piping system serta men design pipe support.
Karena ada melibatkan perhitungan serta harus merujuk ke Code seperti ASME B31, maka background sebagai Mechanical Engineering sangatlah diperlukan, no question.
Semakin sering si Stress Engineer terlibat dalam project dan melakukan perhitungan muali dari yang simple sampai yang complicated, maka makin bagus dia.
3. Piping Material Engineer: ini beda sekali dengan dua diatas. Kerjanya lebih kearah material take off/control, dan material spceification.
Penamaan Piping Engineer seharusnya tidak begitu significant. Seseorang bisa saja menyebut dirinya Piping Enigneer asal dia mengerti ketiga bagian diatas. Karena, pada prinsipnya, jika ada lowongan, perlu dilihat lebih fokus sebagai apa, dan jangan lupa, dimana?
Di US dan UK, didalam setiap lowongan selalu diberi title yang jelas, apakah sebagai Piping Stress, atau Piping Design atau Pipe Support. Memang di US pipe support masuk scopenya Piping Stress, tapi di UK Pipe support adalah entity yang terpisah.
Kalau di ASIA, saya melihatnya, perusahaan di ASIA cenderung menggunakan kata Piping Engineer, walaupun ada juga yang menyebut lowongan untuk piping stress engineer.
Kalau seorang menyebut Piping Engineer, maka saya lebih cenderung mengatakan bahwa dia mempunyai Background Piping Stress dan mengerti Design dan Material atau vice versa.
Jadi, seorang Piping Stress Engineer yang sudah berpengalaman puluhan tahun, bisa saja menyebut dirinya Piping Engineer, dengan asumsi dia juga mengerti kaidah dalam Layout.
Demikian sebaliknya.
Tapi harus diingat, walaupun berlabel Piping Engineer, kita harus mempunyai satu “strong background and capability”. Misalnya sebagai Piping Stress atau Material.
Mas Yudi,
Minta pada Paul lewat webiste-nya kok. Ada emailnya kalo ngga salah..
mo nanya nih,
apakah ada, forum tertentu khusus untuk engineer khususnya piping, seperti forum mengenai komputer/notebook yg semakin menjamur, forum tersebut diantaranya chip forum, kaskus dsbg…..
saya pernah menemukan forum eng-tips, yg berisi komunitas disiplin2 tertentu engineering, tapi isinya org luar dan menggunakan bahasa inggris, cukup membantu juga sih untuk belajar……nah apakah untuk versi indonesia nya ada y??
ato ada alamat web lain?? mohon pencerahan dan bagi2 info nya, karena kalo di blog seperti ini kayaknya kurang leluasa, forum2 seperti itu sangat membantu sekali para engineer2 muda maupun mahasiswa….
terima kasih banyak,
semoga engineer2 Indonesia berjaya di negeri sendiri maupun negeri orang
IO
Assalaamu`alaikum,
Subhanallah forum ini bermanfaat sekali…
Mohon sharing & pengalamannya dari Mas2 para expert, bagaimana prospek kedepan antara Pipe Designer, Piping Stress Engineer, dan dengan WI Mas? Rate salary & karirnya & tanggung jawabnya. Karena saya dengar WI teh sekarang sudah banyak ya..
Oiya, saya juga lagi ngerjain TA nih Mas, berminat sekali mengambil thema/judul ttg pipe stress, spt yang Mas Donny & sahabat2 lain sebutkan di atas.
Kalau boleh, minta sharing contoh kasus dan data2nya dong Mas sebagai bahan TA, dan kalau engga keberatan sekalian saya bimbingan ke Mas aja…hee ^_^
Kalau ada bahannya, boleh via Japri aja Mas, bisi mengganggu yang lain : salman_alfarisi_1980@yahoo.com
Terimasih banyak & Jazaklh
Wassalam
Kalau untuk bahan tugas akhir, ada beberapa judul menarik seperti:
1. Water Hammer pada Coling Water System
2. Surge Analysis di LNG Line
3. Design of LNG Loading Arm
Untuk itu, bisa mengajukan data ke Badak LNG Bontang.
Mas FRL,
Forum sejenis itu, setau saya nggak ada atau belum ada di Indonesia.
Mungkin kita perlu juga tuh membentuk perkumpulan Stress Boy di Indonesia…kali..
Makasih infonya Uda Donny… Insyallah saya coba kontak ke Badak LNG.
Weleeh…saya buka di http://paulvoorhaar.nl/Pipestress/index.html, ternyata software tentang pipestress jumlahnya lebih dari 30… Sementara yang saya bisa cuma CAESAR dan Autopipe thok… Masih ada lagi Offpipe, software khusus untuk pipeline yang saya cari-2 versi crack-nya sampai sekarang belum ketemu. Ada yang punya informasi tentang software ini ?
Wah ini forum yang sangat bagus sekali buat para Engineer khususnya Piping Engineer. Saya freshgraduate UI T.Mesin sedang mengikuti Training/Course Pipe Stress Analysis. Saya ingin menanyakan pada Bapak-bapak, apakah perbedaan mendasar seorang Pipe stress Engineer di EPC Company dengan Pipe stress Engineer di Oil Company (Client) terutama dalam tugasnya. Mohon penjelasannya dari pak Donny yang sudah mempunyai pengalaman di kedua-duanya….
Pak Donni,
Client saya minta perhitungan PSA tie-in Steam condensate dengan existing product oil line (hottap), ini diperlukan untuk menaikkan temperatur product oil.
Nah yang perlu di consider untuk perhitungan ini apanya ya pak..? apakah slug slow atau vibrasi atau water hammernya ?
Mas Syahdi, boleh minta sharing info pelatihan yang Mas Syahdi ikuti di UI? Persyaratan dllnya…
Pelatihannya tentang termasuk filosofi analysisnya atau termasuk juga pelatihan softwarenya Mas?
Thx before…
EPC Company => Contractor, Detail kalkulasi semua piping critical line
Oil Company(Client ?)=> Tinggal mereview pekerjaannya EPC Company. Biasanya di client tidak ada spesialis PSA, melainkan General Mechanical jadi harus menguasai Piping,Mechanical,Structure(minimal menguasai general Piping lah) meski kerjaannya tinggal mereview… Ini setahu saya kalau di Indonesia.
Mas Anto,
Maaf terlambat respond nya, maklum lah.
Steam Condensate biasanya mempunyai temperature yang nggak begitu tinggi. Jadi, jika dilakukan perhitungan Stress Analysis pakai CAESAR II atau AUTOPIPE, dengan mengikutkan pipa yang akan di-tie-in, maka secara normal nggak akan menimbulkan over stress.
Hanya memang yang perlu diwaspadai adalah timbulnya slug flow akibat adanya campuran condensat ke liquid Oil.
Perhitungan Slug flow bisa dilakukan secara Dynamic Analysis dan bisa juga dengan perhitungan reaction forces dan memasukan ke perhitungan CAESAR kita.
Jadi, perlu dihitung berapa reaction forces utamanya pada elbow. Dengan mengetahui Reaction Forces pada titik elbow, maka anda masukan angka tersebut ke CAESAR II sebagai Forces, nanti diikutkan didalam Load Case, untuk megetahui apa efek slug flow terhadap Overall Stress di pipa.
Ada brosur sedikit kalau anda mau baca.
http://www.klgsystel.com/knowledge/pdfs/KNOWLEDGE_JUN_04.pdf
salam
Syahdi,
Besar sekali perbedaan antara seorang Piping Stress Engineer di EPC Company dengan Oil Company.
Di EPC, seperti kita sudah ketahui, Stress Engineer melakukan detail kalkulasi, mulai dari mempersiapkan stress sketch lengkap dengan data yang diperlukan, melihat P&ID, Linelist, Equipment Drawing, Equipment Data sheet (untuk tahu process nya), Structure Drawing, B31 Code, Valve Datas, Flange Datas, semua accessories piping, sampai meng-input ke CAESAR II atau AUTOPIPE, meng-analisa hasil output, meng-compare dengan nozzle allowable loads dari vendor atau melakukan sendiri perhitungan allowable loads, compare to NEMA SM-23 dan banyak jenis pekerjaan yang bersifat detail banget.
Belum kemudian jika harus mempersiapkan loading data ke Civil, info nozzle load ke Vessel group dan comunication dengan other group.
Di Client, kerjaan utamanya memang adalah reviw saja.
Memang nggak ada orang khusus didedikasikan untuk mereview stress saja. Sehingga, dicarilah Engineer yang bisa Stress sekaligus Piping secara umum.
Untuk perusahaan sekelas Saudi Aramco yang punya project yang besar-besar, mereka memang membutuhkan Piping Specialist yang sangat paham Piping Stress Analysis dengan segala macam Code yang terlibat, mengerti issue-issue di sekitar Piping Stress dan Piping secara umum.
Untuk itu, biasanya yang bisa masuk ke Oil Company, memang diharapkan sudah punya jam terbang yang tinggi dan mempunyai pengalaman menangani hal-hal yang rumit didalam project berskala besar.
Misalnya, jika anda ikut projet Petrochemical, misalnya, jika bisa, ikut terlibat didalam perhitungan Stress Analysis di Compressors, Turbine dan Pressure Vessel (Tower), serta Steam System.
Jika pun nggak bisa ikut, tetap pasang mata dan kuping mempelajari hal tersebut, sambil menggerjakan tugas kita.
Di Client, kita juga diminta mereview hampir semua project specification.
demikian sedikit gambaran.
[Ap-Greid] Oil & Gas Design Course secara reguler menyelenggarakan training Pipe Stress Analysis.
Training dilaksanakan sebanyak 6 x 4 jam, setiap hari sabtu jam 13.00 – 17.00
Guna efektifitas pengajaran, kelas ini akan diselenggarakan dengan jumlah maximal peserta 6 orang. Saat training siswa akan di bimbing oleh seorang Pipe Stress Analysis Engineer yang saat ini bekerja di sebuah konsultan Oil & Gas milik asing dan telah memiliki pengalaman di proyek2 Oil & Gas. Dalam training, kami menggunakan program CAESAR II
yang sering digunakan di konsultan2 Oil & gas.
Sifat dari training pipe stress analysis ini tidak hanya sekedar mengoperasikan software CAESAR dengan kasus-kasus sederhana, namun lebih besifat simulasi dari project dimana kami akan menggunakan design basis, spesifikasi dan real pipe routing dari proyek milik sebuah Oil Company milik Prancis.
Pada akhir training, peserta diwajibkan untuk menyelesaikan sebuah calculation report dari sebuah case yang diberikan oleh trainer. Melalui metode ini para siswa diharapkan akan mengetahui apa yang harus dilakukannya sebagai seorang pipe stress analysis engineer saat
telah bekerja di konsultan Oil & Gas.
Bagi rekan-rekan yang berminat, kami persilahkan kepada bapak untuk mendaftarkan diri.
Di http://www.oilgas-training.com/Address.html
[Ap-Greid] Oil & Gas Design Course
Jl. Raya Ragunan Kav B3, Jati Padang – Pasar Minggu
Phone : 021-70029309
Email : oil.gas.training@gmail.com
[...] Sumber : don85.wordpress.com/piping-stress-analysis/ [...]
Ada ko, milis yang spesial di bidang PIPING n PIPELINE:
Lihat di yahoogroup, cari: IPEC (Indonesian_Pipeline_Engineers_Community). Semua anggota mulai dari newbie ampe expert di bidang: engineering, instalasi, dan maintenance. Termasuk ahli piping/pipeline stress, yang menggunakan: CAESAR, AutoPIPE, ANSYS, NASTRAN, ABAQUS, dll.
-Mari kita majukan dunia pipeline Indonesia-
Wah terima kasih banget buat pak doni atas penjelasannya. Oh ya buat pak Salman, itu info dari Ap- Greid sudah ada dan saya training bukan di UI tapi di Ap- Greid ini. Jadi bapak bisa buka websitenya atau langsung ke alamat yang tertera.
Terimokasih Mas Syahdi & Ap-Greid atas infonya. Insyalllah saya akan menyusul
. Mohon doanya …
Wassalam
assalamu’alaikum wr wb
mau nanya pak donny, ato siapa saja di forum ini yg bisa menjawabnya….
saya bekerja sebagai mech engineer di suatu perusahaan tambang, dan sekarang sedang menangani instalasi pipa bertekanan untuk air dan udara…apakah experience saya ini terpake ya kalo saya mo apply sebagai piping engineer di oil& gas company?? yg saya tekankan disini perpindahan dari mine ke oil& gas, apakah ini lazim terjadi??…….
mungkin pak dony membuat tulisan baru dengan konteks yg saya tanyakan??
terima kasih atas jawabanya pak donny dan teman2 satu forum
wasalam
Pak Don,
Taqabballhu minna wa minkum
minal aidin wal faidzin
Mohon pencerahannya tentang Severe Cyclic Condition di B31.3. Kategori/line apa saja yg masuk dalam dlm kategori ini.
Terimakasih banyak atas pencerahannya.
Wassalam,
Good Job,
Dengan adanya forum diskusi ini membuat kemampuan kita semakin lama semakin bertambah,
bukannya ilmu makin disharing makin + skill kita…
saya juga baru di bidang stress..
kalo bisa perhitungan seperti sif dan stiffness untuk support ataupun equipment juga disharing yach…
apalagi kalo ada teman2 yang punya file excel ataupun software untuk calculation boleh juga tuch……
chayooo….
Uda Dony,
Case-case apa saja yang buat seorang PSA menjadi mahir..
yang saya tahu critical line di :
1. Pompa,
2. Compressor/Turbin
3. Tank
4. Pressure Vessel
5. PSV
6. Air Fan Cooler
Menurut pengalaman Uda Dony betul gak..?
Atau ada case lain yang perlu di perhatikan..?
Salam
-Eep-
Halo Pak Dony, salam kenal..
Wah saya seneng liat blognya nih.. Ada ilmu tentang pipe stress analysisnya.
Saya juga baru2 ini belajar CAESAR II untuk ngitung Pipeline nya. Jadi belum termaksud pipe stress ya pak?
Setahu saya ada perbedaan antara pipeline and piping.
Saya baru dua tahun ini bekerja di engineering services company. Jadi masih dalam tahap belajar, saya sebenarnya masuk dalam structure departement.
Tapi saya juga sempat mengerjakan proyek untuk pipeline analysisnya, dimana kebanyakan analysa underground/burried line.
Wah saya jadi tertarik untuk belajar piping lebih lanjut. Secara saya juga belum pernah kursus CAESAR lebih detail. Jadi saya hanya dikasih bimbingan beberapa hari dari senior yang orang India dan Indonesia, kemudian dicoba untuk membantu sedikit, sampai akhirnya ikut terlibat dlm proyek, tapi masih harus ada lead engg. yang mengecek kerjaan saya.
Kemungkian kalo ada proyek yang berhubungan dengan pipe stres saya boleh ikut nimbrung dan bertanya sama bapak ya??
Terima kasih.
uUUU… LieUr aBiezzz!!!
JarAng” LoH NaQ kLas 1 sMp bUka nIh wEb…
KEREN KHAN !!! He..He..He..
Pak Donny,
terima kasih sebelumnya, karena akhirnya ada topik berbahasa indonesia yang membahas tentang stress analisis.
saya fresh graduate yang kebetulan baru diterima kerja di salah satu perusahaan konsultan.
project saya yang terbaru adalah menganalisa sebuah instalasi steam pipe. saya telah membuat modelnya pakai Autopipe versi XM. masalah yang saya hadapi sekarang adalah bagaimana menentukan thermal expansion dari sebuah sistem (steamline). mungkin pak Donny bisa memberikan petunjuk mengenai hal ini…
thanks..
To andhinovich,
kok saya tidak bisa dapatkan milist tersebut (IPEC), bisa kirimkan alamat subscribenya tidak….
Uda Donny,
Mau nanya cara input expansion joint di Caesar gimana yach
dan apa saja data yang diperlukan……
Biasanya berapa min load agar kita dianjurkan menggunakan expansion joint……
Terima kasih banyak…
Salam kenal Pa’ Doni,
Mau nanya Pa’ Don… saya awam bngt ttg pipe stress analisys maklum sy slm ini berkecimpg di bdg engineering for manufacturing (3 thn). Basic sy metalurgi…..
Sy tertarik di oil& gas..skrg sy ambil training PSA…Gmn crny agr cpt bs bljr PSA…Gmn crnya dpt kerjaan di oil&gas atw PSA soalny sy dh srg apply…
Mohon bantuannya…
Terima kasih
Salam Kenal juga Pa` Don,
Dulu sy pernah comment di blog Bp (Mid 2006), tp blog Bp dah di hapus stlh itu. Oia ada 2 nama `Don` di blog wordpress, bagi yg lain yg ingin comment ati2 bisa salah `Don`
Buat Pak Topik, selamat belajar…semangat terus.
Oia Pa` Don, boleh share gimana untuk bidang CAD Engineer di UK (demand nya)?
Terima kasih…
Wah sangat menarik baca blog Pak Donny dan comment teman2 di forum ini, terima kasih untuk semua.
Website paulvoorhaar bisa membantu saya utk upgrade skill, sayang ada beberapa topik menggunakan bahasa belanda. Makasih atas info website yg berguna ini Pak Maurice.
Kalau boleh request mungkin Pak Donny bisa memberikan overview utk FPSO calculation, dynamic analysis (slug, watter hammer etc) dan fatigue analysis.
Apakah ada special consideration utk kalkulasi di FPSO? Apa perbedaanya dengan onshore facility? Mungkin teman2 ada yg bisa memberikan pencerahan.
Terima-kasih
Salam,
dear pak don…..
ditunggu article tentang dynamic analysis, fatigue analysis n FPSO calculation.
Ato mungkin rekans senior bisa memberikan pencerahan juga ttg materi tsb.
saya tunggu pencerahannya bapaks senior…….
salam,
junior
Dear Pak Don,
Mohon sharingnya apakah bapak pernah mendisain pipa untuk steam dari boiler ke turbin dengan kondisi : Press. : 83 bar; Temp.: 530 degC. Aplikasi : Power Plant.
Apakah ada ketentuan untuk menggunakan expansion joint pada piping tersebut? atau ada tips2 khusus yang perlu diperhatikan?
Terima kasih atas perhatiannya
Regards,
Amri
Junior Engineer
Pak saya ingin tanyak,saya seorang piping designer tapi saya ingin mepelajari pipe stress. saya ingin tahu dimana ya saya bisa training tapi lokasinya sekitar jakarta.terimakasih atas bantuannya.
Regard’s
Fahrizal
bapak bisa hubungi Ap-Greid di Jl. Raya Ragunan Kav. B3 Pasar Minggu-Jakarta Selatan.
Phone: 021-70029309
website: http://www.oilgas-training.com
Dear Bapak2 semua
Saya junior mechanical engineer sebuah perusahaan pulp & paper. Pada awalnya saya di bagian Production engineering namun karena kami sedang menanggi project baru dan kekurangnya manpower jadi saya terpaksa hengkang dari production engineering karena didasarkan basic pendidikan saya mechanical.
Pada saat salah satu mesin di stat up banyak terjadi kegagalan pipa karena pipe stress.
Dalam pendesainan semua gambar didapat dari group perusahaannya yang lain di Taiwan. Kami hanya tinggal revisi sesuai kejadian dilapangan. Jadi dalam pendesainan kami tidak tau siapa yang analisis pipe streesnya.
Sekarang saya ditugaskan untuk menyelesaikan maslah tersebut dengan hanya berbekal software Caesar II yang saya dapat dari teman. Namun dalam penggunaannya saya masih pemula dan bingung karena belum pernah menggunakannya sebelumnya. Waktu kuliah dulu saya cuma pernah pakai Nastran versi lama.
Di tempat saya sekarang ini karena bisa dibilang divisi baru dalam perusahaan tersebut yaitu pembuatan produk tissue kami semua dibagian mechanical engineering semuanya pemula (junior engineer).
Jadi saya mohon pencerahan bapak2 semua dalam menggunakan software caesar II ini.
Jika bapak2 ada yang punya modul pipe strees analyst tutor caesar II tolong diberikan kepada saya dan mohon bimbingannya. Email saya : iswandi_nasution@yahoo.co.id
Terima Kasih sebelumnya dan sukses selalu buat kita bersama.
Iswandi Nasution
Pak Dony,
Mohon pencerahannya, saat ini kami selalu mengalami masalah dengan excessive vibration pada line pipa yang terhubung pada compressor, untuk itu kami diminta untuk mengecek frequensi natural dari system perpipaan.
ada beberapa hal yang belum saya pahami tentang analysis modal, dimana pada form analysis modal terdapat item “mass (lbms) dan snubber”, mohon pencerahan tentang hal ini, serta bagaimana formula untuk mendapatkan nilai ini.
salam dan terimakasih atas penjelasannya.
badar
Dear MAs Dony,,
Sebelumnya salam kenal..
MAs don, saya mo nanya nehh.. apa yang menjadi scope of work dari piping construction engineer, mohon pencerahannya karena saya sekarang berada dalam divisi construction. sebelumnya saya bekerja dalam dept engineeering. karena ini adalah hal baru bagi saya, saya masih gamang..
salam
halim
mas halim…..saya hendak bertanya mengenai engineer piping di construction….
apakah bisa dishare ke saya alamat emailnya??
alamat email saya kucing29@keromail.com…..
trm ksh
fd
Ass.wr.wb
Untuk Bapak2 yang terhormat, apakah ada diantara bapak2 yang mempunyai informasi tentang siapa nama Lead Piping Engineer di TRIPATRA saat ini, saya harap bantuan dari bapak2 sekalian.
terima kasih.
selamat siang pak dony,
saya adalah salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di indonesia
saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir mengenai piping system stress analysis.
kalau boleh, saya minta bantuan bapak untuk memberikan artikel-artikel (baik berupa file pdf, ppt, word, dll) apapun yang berhubungan dengan tugas akhir saya tersebut, dan nanti mohon dikirimkan lewat e-mail saya di johny_anak_nakal@yahoo.com.
dan apabila bapak berkenan, nantinya saya akan bertanya-tanya tentang tugas akhir tersebut dengan bepak lewat e-mail.
terima kasih sebelumnya atas segala bantuannya.
@Johny,
Nanti coba saya cari beberapa artikel dalam bentuk pdf dan saya kirim ke email anda.
Silahkan saja jika ada yang mau ditanyakan, semampu saya akan saya coba jawab.
Salam kenal Pak Donny,
Saya adalah salah seorang mahasiswa semester 8, jurusan Teknik Mesin.
Saya ingin bertanya mata kuliah dasar apa saja yang perlu saya pelajari lebih komprehensif, agar bisa menjadi seorang piping engineer handal seperti bapak???
berapa lama pengalaman minimal agar bisa bekerja sebagai piping engineer di oil company luar negeri???
Yang terhormat, Mas Donny
Mas Donny dan rekan-rekan sekalian, sekedar info kemaren di kawasan puspiptek diadakan traning PSA, kemungkinan tanggal 22-23 Maret 08 ada lagi, dan dibuka juga di bulan mei, tanggalnya saya lupa. Mungkin bagi yang berminat bisa hub ke panitianya saja di 081385110452.
Kebetulan saya pernah ikut Training PSAnya di Gel 2 dulu dan kemaren dikasih informasi untuk lanjutannya, cuma hasil training saya belom teraplikasi neh mas donny, ada info atau mungkin lowongan dari teman2. hehe
Makasih mas donny buat numpang infonya, siapa tahu bermanfaat buat rekan2 yang pengen tahu lebih jauh Pipe Stress Analysis.
Ass Wr Wb,
Pa Donni, Tollong ttg artikel yang Pdf jgn Hanya di kirim ke Johny saja, saya juga mau, karena saya sedang membuat skripsi juga ttg PSA.
Terimakasih
SARAH
Untuk rekan2 sekalian,
kebetulan perusahaan kami sedang membutuhkan design engineering, detail berikut ini :
Dicari : Design Engineer & Drafter Mechanic / Piping project berpengalaman,
apabila ada team yang bisa diandalkan untuk proyek piping silahkan saja diajukan
hubungi : 021 – 4586 7259
assalammualaikum,.ww
salam kenal pak Doni,.
saya seorang tamatan teknik sipil dan berkeinginan untuk kerja di oil & gas, mohon bantuan perncerahan apakah saya bisa bergabung didepartemen piping?. Jika bisa pada posisi apa dan apa tugas seorang teknik sipil di departemen piping,? dan kira2 training apa yg diikuti untuk mendukung saya untuk menempati posisi didepartemen piping?
Terima kasih dan sukses selalu pak doni,
wassalam
viko
Dear bpk anthony
saya tertarik dengan lowongan pekerjaan di perusahaan bpk.
saya seorang piping designer yang sekarang lagi mencari pekerjaan setelah bulan januari kemaren kontrak saya selesai. saya bisa minta alamat email atau alamat pos perusahaan bpk? saya ingin mencoba mengirim cv dan surat lamaran saya.
terimakasih atas kesempatan nya.
wasalam
zahirul fadli
Dear Pak Fadli dan rekan piping designer lainnya,
Apabila ada diantara rekan sekalian berminat dengan
pekerjaan piping design engineer dan sesuai kualifikasi
kami,
silahkan saja kirim CV ke warouw_ec@yahoo.com
atau langsung menghubungi kami di 021 4586 7259
DItunggu kabarya, terima kasih
Salam Kenal Pak Dony,
Trimakasih atas tulisannya..
Saya sekarang ingin menjadi pencinta Pipe Stress Engineer. Dengan membaca tulisan PAk Dony menjadi pencerahan buat saya pribadi.
Background saya di proyek, sebagai site Engineer (kontraktor MIGAS), maunya sih meningkat.. cuman kesempatan masih antar kontraktor.. (saya sempat bekerja pada bidang yang menggunakan FEM untuk analisa Stress).
Ada yang ngasih saran dan info nih..
Wassalam
Salam
Buat temen-temen piping(Pipe Stress Engineer), gaimana caranya bisa kerja di bid.engineer (PSE), sedang background aku banyak dibidang inspetion and QC Engineer software mengerti caesar and autopipe tapi applicasi di project belum pernah dipercaya sebatas QC Eng. Kalau aku melamar di bid.(PSE) kira2 bisa dipertimbangkan ga experience aku.
wassalam
pak don ysh,
apakah pak donny dan teman2 disini, ada yg tau bagaimana mempelajari dynamic analysis secara efektif?? apakah dengan mengambil kursus yg lumayan mahal itu cukup berguna untuk meningkatkan pengetahuan kita mengenai dynamic analysis pada PSA??karena selama saya bekerja di perush saya sekarang belum pernah sekalipun dijumpai dynamic analysis
trm kash
FRL
FRL,
Belajar Dynamic analysis seharusnya tidak lah perlu mengikuti kursus, jika kemudian jarang digunakan. Jarang sekali sebuah perusahaan EPC atau Oil Company melakukan analisa dinamis sebuah Piping System. Jika pun ada, untuk kasus sulit misalnya, selalu di “outsourcing” ke perusahaan ketiga. Mengetahui philosophinya kan bisa baca manual CAESAR atau buku pedoman lain. Kalau sudah bisa, Input ke CAESAR tidaklah begitu rumit.
Assalamu’alaikum pak Donny,
Terima kasih atas artikel2 ini, saat ini saya bekerja dibidang inspection(inspection company), dan ingin belajar ttg piping stress analysis, buat tambahan pengetahuan dan siapa tahu bisa bekerja dibagian Engineering.
Jazakumullah,
Rochmad
dimana saya bisa kursus caesar II….?
Salam kenal,
Pak Donny, saya sangat tertarik dengan artikel2 yang bpk tulis di blog ini, dan slalu menunggu artikel2 lain atau komentar2 dari para visitors, saat ini saya sedang mempelajari tentang Caesar II dan mungkin ingin ambil trainingnya… Mungkin Pak Don atau yg lain punya softcopy mengenai tutorial Caesar atau Autopipe, tolong mengirimnya lewat email pribadi saya(niashian@yahoo.com), saya akan sangat berterimakasih atas share dari Pak Don dan rekan semua….
Terimakasih
NiashianS
Mas Don, saya punya pertanyaan tentang Stress Analysis: Bagaimana cara memodelkan adjustable support pada CAESAR ? Support adjustable tsb terletak di depan nozzle pompa.
Terimakasih sebelumnya.
Salam hormat mas don & rekan sekalian…..
Sebagai mahasiswa yg sedang mengambil TA tentang pipeline stress analysis, ada yang ingin saya tanyakan kepada semuanya. Ada yang tahu tentang SBM(single buoy mooring) atau SPM(single point mooring gak?dan juga PLEM?saya kebingungan mencarinya. Mohon masukannya dari anda semua yang tahu dan sudah familiar. oh iya, saya sedang mencoba menghitung wall thickness pipa dengan menggunakan DNV OS-F101,2000. Ada yang punya contoh perhitungannya gak?
Terima kasih & ditunggu masukannya……….wassalam
@Hery, kalau kursus CAESAR II ada kaya’nya di Jakarta atau Bandung..
@Niashian, tutorial CAESAR biasanya ada kalau kita beli software nya..atau ikut training mereka..tapi itupun mereka sebut Technical refference dan User Guide, jadi gak bener tutorial..
@Nofa, support type adjustable cukup dimodelkan dengan +Y saja. Karena support jenis ini kan lebih perlu waktu Construction, untuk mengatur ketinggian terhadap nozzle.
@Ogy, kamu lagi ngitung Offshore Pipeline? wah ilmu saya belum nyampai kesana tuh..sorry deh…barangkali teman-teman ada yang nambahin..?
Salam Kenal,
Artikel yang anda buat menambah pengetahuan saya tentang Stress Analysis untuk piping, kebetulan sekarang saya bekerja sebagai Mechanical Engineer di sebuah perusahaan konsultan EPC untuk Oil & Gas di jakarta, pekerjaan saya menuntut saya untuk dapat melakukan Calculation & Design untuk Static equipment (Pressure Vessel, Storage tank, HE) tetapi karena di tempat saya bekerja belum ada piping engineer terpaksa saya terlibat didalam dunia piping, walaupun sebenarnya piping juga masih termasuk ke dalam disiplin mechanical. Setelah menjalani ternyata menarik juga dunia piping, sekarang saya ingin memperdalam lagi ilmu tentang piping, dengan adanya artikel-artikel tentang piping ini mudah-mudahan dapat menambah ilmu tentang piping bagi saya dan rekan-rekan lainnya yang tertarik dalam bidang ini.
Salam,
Yusep N
ASGAR
Assl..Salam Pak Donny salam kenal..Salut dan terima kasih unyuk Pak Donny yg sdh bersedia meluangkan waktunya tuk menulis artikel yg sgt berguana.Saya baru lulus kuliah (UI) dan sedang mempelajari piping stress analysis dgn Caesar II..Kl tidak keberatan kl ada artikel2 yg berhubungan dgn stress analysis atau caesar II tlg email saya yah Pak Donny ke celticlantern88@gmail.com Terima kasih byk
Ass…
Salam kenal Pak Donny…Saya sangat senang membaca artikel-artikel yang sangat membantu saya di dunia piping ini. Saya kebetulan ada permasalahan dalam penggunaan Caesar II versi 4.50. Saya sedikit kebingungan dalam menentukan restraints terutama type rigid XYZ, guide atau limit. Yang mau saya tanyakan adalah kapan sebaiknya penggunaan gap yang benar, selain dari pihak designer yang menentukan. Karena ada kemungkinan bila kita menambahkan gap nanti kita tidak tahu ada tidaknya reaction force yang terjadi. Ini akan berakibat bila tidak ada reaction force maka pada saat instalasinya akan cenderung dihilangkan alias tidak dipasang. Sedangkan saat itu guide sangat berguna untuk mengurangi displacement yang terjadi. Mohon pencerahannya…
Kalau tidak keberatan barang kali ada artikel2 mengenai piping design dan analysis tolong dikirim ke saya. Terima kasih banyak, Pak..
Wass…
Salam
Syaefrudin
Wah, menarik sekali nih diskusinya.
Sekadar sharing. Saya pernah memodelkan pipingnya pompa BFW pressure 80kg/cm2 T147degC, pipa 10inch, 8inch dan 6inch. karena design pipa sudah dikonstruksi, dan ternyata pipe stress-nya belum masuk (dikerjakan oleh orang lain, saya baru dateng). repotnya setengah hidup, buat nyetting type & lokasi support. Alhasil, perlu waktu dua bulan, buat pipe stressnya. Beruntung, schedule masih terkejar, tapi was-was juga pas commissioning.
Mengenai perbandingan antara model caecar & aktual, sejauh yang pernah saya amati, displacement yang terjadi hampir sama dengan model.
O, ya kalau ada case2 yang pernah dikerjakan mas Dony atau rekan2 yang lain, bisakah sharing?
thanks & salam,
Ahmad
Pak Don…
Saya mau tanya tentang perhitungan design piping dengan Chaesar II. Sejauh mana parameter welding di gunakan dalam proses pendesignan sebuah system pipe ? Apakah ada memasukkan parameter atau unsur unsur welding..?
Terima kasih atas jawabannya…
salam
Mas Nov,
Sayang sekali parameter welding nggak banyak disinggung di CAESAR II, karena memang tidak mempengaruhi flexibilitas suatu system pipa. Jadi, setiap sambungan pipa yang per 6 m atau 12m, tidak diberikan tanda atau perlakuan khusus pada perhitungan.
Setahu saya, paling jauh, hanyalah penggunaan faktor Joint Eficiency pada saat manufacture pipa saja, yang akan mempengaruhi nilai Allowable Stress yang bisa ditahan oleh pipa.
Satu hal lagi yang biasanya kita perhitungkan adalah adanya discontinuity pada pipa, seperti pemasangan sambungan Stub-In.
Selain itu, nggak ada sih..
Kecuali pada saat design pipe support, nah disitu perlu perhitungan kekuatan welding, tapi ini nggak diperhitungkan di Stress Analysis, hanya perhitungan tambahan sehubungan dengan Design Pipe Support.
Mudah-mudahan itu maksud pertanyaanya ya…
Mas Saefrudin,
Type SUpport di CAESAR II:
1. Untuk menahan gaya berat pipa: gunakan +Y atau Y. kalau saya sih lebih senang menggunakan +Y karena akan ketahuan apakah pipa lift off atau tidak.
2. Guide: boleh gunakan “guide” boleh juga menggunakan huruf “x” atau “z”.
3. Stop: juga bisa “limit stop” atau “x” atau “z” sesuai arah sumbu pipa.
4. Gap pada guide, standard nya adalah 2mm atau 3mm. Jika kita ingin “No-Gap” atau “Gap dengan nilai tertentu” maka wajib dicantumkan di Isomteric IFC, sehingga “construction” nya tahu dengan pasti apa mau kita.
Besarnya GAP, jika mau, stress engineer yang menentukan, sesuai dengan hasil perhitungan, dan tentu saja sudah tahu berapa besarnya gaya yang terjadi.
Pak Dony
Tolong jelaskan tentang ini dong…RBI nya piping in service. Methode inspection, dan criterianya (matrix assesment) .
Kalau terlalu panjang untuk di sampaikan boleh japri ke novembri_wi@hotmail.com
Thanks sebelumnya
Mas Dony, menyambung masalah adjustable support, kalau dimodelkan cukup dengan +Y, bagaimana cara me-reduce load pada nozzle ( se-x lagi pakai adjustable support, bukan spring support ), jika dengan meng-arrange +Y, X, Z dll masih belum teratasi ?
Nofa,
Biasanya sih Support pertama setelah Nozzle cukup pakai Adjustable (atau +Y di input CAESAR), dengan begitu saja Nozzle Pompa sudah aman.
Kalau Forces dan Moment masih melewati allowable, check dulu di bagian mana yang berlebih. Apakah Fy, atau di Moment. Kalau di FY, mungkin perlu di konfigurasi pipe support nya, dan terakhir, pakai Spring.
Kalau Moment yang besar, nah ini perlu dilihat keseimbangan system nya.
maap ya mas sy rada nyimpang bisa bantu saya gak bahas pemipaan di panasbumi .
trims sebelumnya
Mas Dony Salam Kenal…
Mas…Alhamdulillah saya mengikuti Training PSA diPertengahan Mei ini..
Apa saran Mas Dony…Agar saya bisa lebih menguasai PSA itu sendiri selain Training PSA yang akan saya jalani nanti.
(Apakah saya harus belajar hal lain lagi , jika ada…Apa dan Dimana ya Mas saya harus belajar kebetulan saya berdomisili diJakarta)
Atau mungkin rekan-rekan ada yang ingin menambahkan..?
Tambahan Lagi Nih Mas…Soryy…He..he…he..
Mas Aku Mo Tanya Nih..
Kalo Ingin Bekerja disana Sebagai PSA kira-kra harus berpenglaman berapa tahun ..?
Bisakah saya bekerja sebagai PSA sambil kuliah melanjutkan Ke S2 di UK…?
dan Kalo saya ingin melanjutkan Kuliah ke S2 Apa Sarannya Mas..(Sebagai Informasi Saya Kuliah di Teknik Mesin Konversi Energi – ISTN)
Jurusan Apa dimana dan Cost kira-kira berapaya…?
Thanks atas Comment-nya
Salam kenal semuanya dari saya,Budi Wasito (PIPE ENGINEER) PT.PAL SURABAYA, BID. SHIP BUILDING INDUSTRY.
Kebetulan system pipa dalam perkapalan itu saya tidak pernah ada perhitungan stress segala macem, karena pipanya low temp & low pressure sekitar 80 deg C dan 30Bar, kalau toh itu ada utk system hyd. press.250Bar dan sytem exh. gas main engine 400 deg C itu saya atasi dengan expantion joint utk mengatasinya. Jadi saya juga kurang paham dengan Stress Analysisnya. Tapi utk menambah skill saya akan belajar dari referensi buku yg telah ada. Mungkin ada teman-2 yg punya software yg praktis utk bisa pinjam dan tukar pengalaman monggo dilanjut !!!!!
Trim’s Alls
Asslaamu ‘alaykum
salam kenal utk mas donny.
dlm kesempatan ini saya cuma ingin 2 hal :
1. memperkenalkan diri saya.
nama saya widya nugroho (panggilan abu zubair), saya bekerja di PT Adhi Karya divisi EPC (mungkin selama ini org2 hanya tau klo AK bergerak di bidang jasa konstruksi seperti gedung, jalan, jembatan, monorail, dll).
Project yg pernah dikerjakan antara lain project Tuban aromatic (lebih dikenal dgn TPPI) yg joint operation dgn WIKA & IKPT, dan pipeline paket 12&13 PGN (dr bekasi ke walahar 83km).
di 2 project tersebut saya berperan sbg desaigner & field engineer. Namun saat ini saya sedang mengerjakan proyek PLTU 2×100MW di lampung dan ditugaskan sbg PSA. jadi, PSA adalah dunia baru bagi saya. beruntung saya bisa menemukan para senior disini.
2. saya ingin berterima kasih kpd mas donny dan semua tmn2 yg telah berpartisipasi dlm milis/blog ini, sehingga saya dpt banyak pelajaran dr kalian semua.
semoga milis/blog ini makin ramai dan berkembang.
wassalam
Welcome to the club, Da… eh…, Abu Zubair.
To Nov :
untuk pemodelan welding, bisa diakali (mungkin) dengan memodelkan SIF/Tee di Caesar, dimana Caesar mengenali joint dua dan tiga elemen. Di box menu SIF/Tee kita bisa isi data-2 welding joint.
Memang pada dasarnya, perhitungan dasar stress analysis tidak mengikutsertakan weld joint. Karena stress analysis terletak pada nilai aman pada sistim perpipaan, bukan pada penampang pipa nya, walaupun primary stress berdasarkan penampang nya.
Mudah-2an bisa membantu.
Dear Sir,
I am presently working in indonesia as design engineer, our company product is expansion joint which need frequently piping stress analysis. So I need to learn the software for piping stress analysis.
Could you please advise me when I can find proper institute or study center.
Thanks & Regards
BHAVIN SIDDHPURA
+62 85925158718
Bhavin,
I am not sure where you can learn how to use software for piping stress analysis. I think there was a comment on this thread saying that they could give a training in Stress Analysis. You might want to contact them. Was the name Ap-Greid? I think so. Or you can contact COADE agent in Jakarta which unfortunately I don’t know who they are.
Sangat menarik tulisannya,
Mas, mo tanya. Apa bedanya “Piping Designer” dg “Piping Draftsman” atau keduanya sama saja.
Mohon informasinya.
Thanks.
Pak Donny,
Saya seorang mahasiswa yang sedang tugas akhir.. Tugas akhir saya adalah membandingkan analisa tegangan pipa pada jalur hydrocracker dengan software ansys 9.0 dan autopipe 6.02, yang saya bingungkan adalah bagaimana caranya memodelkan sistem perpipaan di ansys. Mohon bantuannya kalau bapak punya link tutorial ansys dengan GUI method ttg perpipaan.
Terimakasih..
pak wiryanto,,,,
saya skrg lge TA mengenai analisa shearwall akibat beban cyclic dgn menggunakan abaqus.saya ga ngerti gimana memasukkan beban cyclic di abaqus tsb.
saya mhon bantuannya pak,,,,
trima kasih
Apakah ada pemodelan pada abaqus untuk dinding geser ini hanya dengan 2 ato 3 partisi?masalahnya pemodelan yang saya buat sangat banyak banget partisinya(beton & tulangan2nya).sekali lagi mohon bantuannya pak……
terima kasih
Dear BHAVIN,
You can have a CAESAR II training at CCIT, COADE Authorized training center for Indonesia. You will learn and get hands on experience both Statics and Dynamics Stress Analysis of a Piping Structure.
Please contact Mr. Dody at. mob. ph. 08170858146
e-mail : dody@ccitonline.com
CCIT Depok Center
ph. 62-21-78700295 fax. 62-78893615
Regards
DAI
(Dr. Ahmad Indra)
pak doni & teman2,
saya mau tanya bagaimana langkah/analisa dynamic analysis di caesar. masih banyak bagian2 yg saya belum ngerti, misalnya:
1. combining static & dynamic load case. apakah kasus staticnya harus selalu sustain?
2. control parameters
3. advanced parameters,dsb
memang gak mungkin ngejelasin semuanya dsini. tp mhon penjelasan generalnya jg boleh deh..thanks all…
Waw thanks yah bagi2 ilmunya, kebetulan saya punya koleksi E-Book seputar Piping Design,Welding yang biasa saya Download gratis…klo pada mau buka aja http://kayebookfree.blogspot.com/
@ mas doni
saya senang dengan tulisan mas di blog mengenai piping
terutama buat kita yang fresh ini
mas, kalo bknya sdh kelar
diinfo ya mas….
terus berkarya mas
@ teman2 yang pernah ikut training [Ap-Greid] Oil & Gas Design Course
tolong kasih info dong waktu training kita ngapain aja??
materi yang didapat apa aja??
trus dgr2 ktnya diakhir kita ada dikasih tugas, bisa diceritain dong tugas nya gmn??
terima kasih atas infonya
salam
anto
Ass. wr Wb
Salam Buat Bang Donny dan Pak Jose
Alhamdulillah saya bisa ikut sharing “ups nyuri ilmu” he2..
dari para senior pipe stress engineer indonesia.
Perkenalkan nama saya Yudi, skg sbg junior engineer di Wilson Walton Indonesia (consultan, contractor and vendor product corrosion monitoring system for oil and gas sector, Corrpro company).
Karena bidang corrosion juga berhubungan dengan piping (inspection,failure analysis and monitoring corrosion of existing piping), maka saya makin tertarik mempelajari stress analysis of piping.
Alhamdullah setelah lulus ketrima sbg junior engineer (intership program recruitment), dan sekarang sedang kursus di Ap-greid Oil adn Gas Design training using CAESAR II.
Disitu saya kenal senior yang advance mengenai piping ( Pak Yose Ma’ruf). Beliau adalah trainer yang handal.
Ditambah lagi dengan ada blog dari Pak Donny, maka saya yakin
saya akan saya harus bisa seperti senior2 PSA (Pak Donny and Pak Jose).
Salam Kenal Pak.
Iswahyudi
Ass. Wr Wb,
Kebetulan saya masih baru berkecimpung di dunia fab. oil and gas. saya tertarik dengan masalah pipe stress analysis ini. dan saya ingin mengikuti training ini seperti Pak Yudi lakukan di AP-Greid Oil and Gas Design Training.
Yang saya tanyakan ke Pak Yudi, Berapa lama training Caesar II dan siapa pembimbingnya. kondisi saya skg berada jauh dari jakarta. Apakah training ini bisa dilakukan tanpa tatap muka?
Terima kasih
Wassalam
Hepria Naldi
@ Anto
Anto..Secara sederhana di Ap-Greid kita akan belajar :
1. Pemahaman Apa itu PSA, pekerjaannya apa aja, berhubungan dengan Bidang apa dan data apa aja yang mesti kita miliki sebelum melakukan Analisa dengan Caesar II,, seperti : Desain, Prosess, Material, Mekanikal
2. Piping Input untuk Pemodelan seperti :
Dari mulai Setting satuan yang akan digunakan lalu Desain Temp, Fluid Density, Pressure pada Pipa, ANSI Class, Rating, Flange (sambungan pipa), Reducer, Material Spec dst.
3. Setelah Pemodelan, dilanjutkan dengan “Load Case” (pada Stress Type) dengan cara Linier dan Juga Non Linier..
4. Lalu Analisa melalui report : Restraint Summary, Stress, Sort hingga Code Complience sebagai Pengecekan adanya Gail atau tidak..
5. Jika Fail kita juga diharapkan dapat memberikan solusi dengan Type Support yang seperti apa..Hingga kita mendapatkan REPORT yang bisa diharapkan tanpa Fail..
6. Dan di akhir Training, kita diberikan “Final Project” sebagai Tugas Akhir dan penguatan pemahaman kita terhadap PSA..karena diharapkan kita tidak saja menguasai secara Teori tapi juga Analisa dengan tepat dari kegagalan2x pada Perpipaan, jika sudah memahami dan dapat menganalisa dengan baik maka pantaslah kita disebut sebagai seorang Analisa Tegangan Pipa yang mampu menganalisa dengan baik..
Klo ga salah Lohh…(Kalo salah ya mohon dimaafkan, ma’lum Masih bau kencur didalam PSA-an..He..he..he..)
NB : Oya…Bahan Latihan dan Tugas yang diberikan kepada kita adalah Mendekati kepada Real Project, Maksudnya menggunakan Data-data Proyek sebernanya,,sehingga kita diharapkan tidak kaget lagi ketika JOINT di EPC..
Kunjungi aja http://www.oilgas-training.com
Smoga Membantu..
WELCOME TO THE PSA WORLD
@ ps_arif
thx bgt mas atas masukannya
setidaknya ada pencerahaan sedikit
sebelum bulan ini mulai masuk training
btw, dl mas ikutan ap greid juga ya??
ato jgn2 salah satu trainer nya
hehheeh
hatur nuhun mas
Ass. Wr.. Wb
Untuk semua pengunjung Blog ini dan khususnya Mas Donny…, Terima kasih atas Ilmunya…dan Aku Pribadi mau mengucapkan
“Mohon maaf lahir dan batin bila ada kesalahan kata-kata yang tak berkenan…
Sebelum memasuki bulan Ramadhan yang penuh Berkah dan Ampunan…
Semoga kita menjadi Manusia yang baru di Hari yang Fitri nanti…
Jaicybers@yahoo.com
Dear Pak Dony
salam kenal sebelumnya,
langsung saja Pak, saya berminat untuk mendapatkan buku yang sedang Bapak susun.
mohon informasinya bagaimana prosedur -nya
rgds
th
Assalamualikum
Pak Don,
Saya tertarik membaca artikel bapak mengenai PSA saya ingin memiliki buku yang bapak telah susun ini, mohon bantuannya pak untuk saya didaftrakan/listing sebagai pemesan buku bapak.
Thanks
Wassalamualaikum
Pak Donn,
Salah satu kebutuhan para pemula yang sedang mempelajaari PSA adalah contoh2 soal dan penyelesaiannya. Sudilah kiranya Pak Donn dan para senior berbagi pengalaman berupa contoh2 soal dan penyelesaiannya berupa
- psa around the pump
- psa around compressor, turbine, and heat exchanger
- psa around tower or pressure vessel
Jika Pak Donn dan para senior merasa sibuk, saya bersedia menjadi perantara yang menampung contoh2 soal dan mendistribusikannya kepada para pemula yang membutuhkan di: himameru@yahoo.com.
Salam,
Kepada pak Donny & Rekan2 Smua..
Pak Saya mo nanya:
1. bagaimana cara menentukan Type Support/Restraint setelah selesai memodelkan dari Stress Isometric?
2. Saya ada mslh di flange sekitar PSV. udah saya check Code Compliance-nya dan tidak fail. Displacement saya check jga tdk fail. Tapi setelah saya masukkan besaran nilai gaya dan moment dari Restraint Summary ke Flange Verification ternyata smua flange di sekitar PSV msh fail.
Trus apa yg hrs saya lakukan?
3. Dari pengalaman bpk2, untk PSV type restraint apa yg digunakan?
Mohon bantuan dari rekan2 sekalian…
Thanks…
pak saya tertarik dengan buku ppsadc. bagaimana cara memesannya ………….
Pak Doni,
Saya tertarik mengenai pipe analysis,khusus nya untuk pekerjaan horizontal directional drill. Saya punya buku Horizontal Directional Drilling, Utility and pipeline applications. Karangan David A. Willoughby. Kalau berkenan saya ingin koresponden langsung atau bertemu langsung dg bpk. utk berdiskusi.
salam.
edarwas@yahoo.com
Terima kasih Pak Dony…
Saya Taufik, junior piping engineer, terus terang blog ini sangat menginspirasi sekali, seharian ini mumpung loading lagi turun, nyoba belajar ngeblog dan hasilnya masih berantakan he..he.. mohon ijin juga bila website pak dony saya masukkan sebagai salah satu favorite link di blog saya.
Saya masih sangat newby, mohon bimbingannya.
Salam kenal
Mochammad Taufik
Halo,
Salam kenal, Pak Donny.
Saya Daniel, saya baru bergabung disebuah perusahaan swasta desain kostruksi, bidang kerja utama di sistem perpipaan. Saat ini saya sebagai junior
pipe engineer, dan sebagai pengguna caesar II.
Info nya sangat membantu sekali, semakin membuka pengetahuan saya mengenai PSA. Terima kasih, Pak. Saya akan selalu mengikuti.
Salam.
Daniel
mas don, saya sangat berminat untuk belajar psa dari buku yang mas don publikasikan, bagaimana cara u/ mendapatkannya mas, trim’s