Ikhlas Dalam Beribadah

Kalau kita sering mengikuti pengajian, dimana saja lah, pasti kebanyakan materi yang disampaikan adalah anjuran berbuat kebaikan, agar masuk syorga.

Pokoknya jangan bikin dosa, karena nerakanya pedih sekali kalau masuk kesana.

Berbuat baiklah, banyak beramal soleh, bertaqwa sepenuhnya kepada Allah SWT, maka, Insya Allah, akan masuk syorga.

Jadi, intinya ada dua:

  1. Berbuat baik: Syorga
  2. Berbuat Dosa: Neraka

Nggak berbuat apa-apa, nggak mungkin dong..pasti berbuat sesuatu, karena tidak menjalankan sholat, tapi nggak bikin maksiat misalnya, kan bisa dikategorikan tidak berbuat apa-apa, tetap aja diangap tidak menjalankan perintah sepenuhnya.

Dan ustad pun pada mengajarkan hal-hal yang akan menuai pahala, misalnya disuruh baca ini, zikir ini, puasa sunat, infaq, dan sebagainya.

Sehingga orang pun berlomba-lomba berbuat kebaikan.

Demi apa? Lho katanya akan mendapat pahala dan syorga. Makanya dilakukan.

Just imagine, bayangkan: Jika Allah tidak memberikan pahala dan tidak pula menyiapkan syorga atau neraka, akankah orang Islam akan melakukan semua kebaikan itu?

Akankan orang Islam akan menjalankan perintah Allah, jika tidak ada imbalannya?

Atau,

Apakah Allah akan marah jika tidak ada yang menyembahnya dan tidak ada yang bertasbih memujinya?

Tidak ada cerita begitu. Allah sudah besar dan akan tetap besar walaupun seluruh bumi beserta isinya ini durhaka padanya.

Yang terbaik, menurut saya, ikhlas dalam beribadah.

Jangan hitung pahalanya.

Jangan harap pahalanya.

Ridho Allah lah yang kita harapkan.

Setelah itu, terserah Allah.

About these ads
This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ikhlas Dalam Beribadah

  1. Rindu says:

    Guru mengaji saya bilang “bersungguh sungguh lah dalam beribadah, hasil akhir milik ALLAH” tapi saya percaya ibadah itu mengikat jiwa dengan pemilik jiwa … dan ini yang saya cari :)

  2. dory says:

    Ikhlas itu mudah tapi sulit untuk dilaksanakan.contoh perbuatan kita sehari-hari yang ikhlas adalah waktu dipagi hari (buang PUK atau Pipis) sepersekian detik kita langsung melupakan tidak mengungkit-ngungkit apa yang kita buang untuk kembali.berbeda dengan kita memberi InfaQ (maaf) seengganya ada perasaan yang lain (padahal ikhlas) perasaanya tidak seperti aktifitas di pagi hari (pipis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s